Senin, Oktober 17, 2022

Dokumentasi kelas Metodologi Penelitian Sosial (MPS) Pertemuan ke-9

Dokumentasi kelas hari Senin tanggal 17-10-2022

Kelas dimulai Pukul 07.30 WIB (3 sks)

Kelas Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Tanjungpura (UNTAN) 

Matkul : Metodologi Penelitian Sosial (MPS)

Pertemuan ke-9 (masuk pertama kali setelah UTS)

Materi : Teknik Pengumpulan Data

Tugas : wawancara ke responden (3 pertanyaan)





»»  read more

Rabu, September 28, 2022

Hati-hati dengan jawaban: Nanti Nak, kamu akan tahu kalau sudah besar…

Assalamu’alaikum semoga kita dalam keadaan sehat semua dan selalu bahagia.

Sering kita sebagai orang tua kualahan dengan pertanyaan anak, terkadang susah untuk memberikan penjelasan ke anak.

Kita melontarkan jawaban sederhana sepert ini,

“nanti nak, kamu akan tahu kalau sudah besar”

Hati2 dengan jawaban seperti itu karena itu akan memberikan dampat negatif kepada anak.

Diantaranya, penasaran mereka semakin membesar yang menyebabkan mereka mencari jawaban di tempat lain yang belum tentu baik dan benar.

Mari kita tiru tentang nasihat imam abul walid al baji untuk kedua anaknya tentang membaca ilmu filsafat yang harus ditunda.

Seperti ini nasehatnya ;

Aku ingatkan kalian berdua dari membacanya (filsafat)sebelum kalian membaca penjelasan para ulama yang akan menguatkan pemahaman tentang kerusakannya, lemahnya lontaran-lontaran dan sedikitnya kebenaran. Ditakutkan ia lebih dahulu masuk ke hati kalian tanpa ada kekuatan untuk membantahnya…

Jika aku tahu kalian berdua telah mencapai derajat ilmu dan mampu membedakan, juga kekuatan menganalisa, aku akan memerintahkan kalian berdua untuk membacanya. Agar kalian berdua bisa melihat sendiri kelemahannya dan kelemahan para pengikutnya serta rapuhnya mereka yang tertipu olehnya.

Beliau memberikan alasan kepada anak kenapa harus ditunda dalam membaca buku filsafat. Penundaan itu disertai penjelasan tentang ilmu lain yang harus dibaca terlebih dahulu. Dan penjelasan awal tentang rusak ilmu tersbut. Serta kekhawatiran orang tua akan rusaknya hati dan pemahaman karena salah dalam urutan.

Mari kita belajar bagaimana kita harus menjawab pertanyaan anak . jangan hanya menunda jawaban dengan tanpa kejelasan maksud yang bisa diterima. Jadi jangan sekedar berkata: nanti kalau kamu sudah besar juga tahu sendiri.

Wallohua’lam

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum wr wb.

»»  read more

Senin, September 26, 2022

Mendidik anak jauh dari ponsel

Melihat pemandangan kali ini tak jarang kita menjumpai anak-anak bahkan balita yang asyik dengan permainan gawainya yaitu seperti ponsel atau barang elektronik lain. Pernah suatu ketika saya bersilaturrahim ke rumah kakak, berjumpa dengan anak nya yang usia enam tahun, sangat mengejutkan saat televisi dimatikan ibunya, sang anak langsung berkomentar terus saya mau apa, nonton tv dilarang, main hp dilarang.

                Sungguh mencengangkan melihat fenomena itu. Padahal dulu saat kita masih kecil tahun 90-an tidak ada ponsel biasa aja, tetep bisa main. Bahkan bisa main lari-larian, cilumpet-cilumpetan, mainan sunda mandah dan permainan lainnya. Hampir semua permainan membutuhkan banyak orang. Sehingga dulu hampir satu desa kita bisa kenal satu sama lain.

                Fenomena sekarang ternyata banyak anak yang sering beralasan bosen kalau harus mainan lari-larian atau permainan yang harus mengeluarkan tenaga fisik. Anak-anak sering bilang “ah bosen, tidak asyik”. Paling menyenangkan bisa main hape dengan nonton youtube, permainan game di hp, nonton tv. Mereka bisa asyik main ponselnya sampai berjam-jam.

                Keadaan Ini sangat saya rasakan, sekarang saya mempunyai anak di usia 5 tahun. Tak jarang melihat anak-anak komplek rumah yang asyik gerombol di depan rumah untuk main game , masing-masing pada membawa hape sendiri-sendiri. Anak saya tiap kali keluar rumah, melihat teman-teman komplek rumah, selalu protes ke bundanya, “Bunda kapan ngasih hp, seperti teman-teman”. Sering kali sang anak protes, akhirnya saya selalu mendampingi anak untuk main di luar. Tapi anak tidak suka, dia nyuruh bundanya di rumah tidak mau ditemani.  

                Sering kali saya memberikan pemahaman ke anak tentang belum waktunya anak-anak mempunyai hape. Saya menambah ilmu dengan mengikuti dan mendengarkan kajian parenting bagaimana mendidik anak.  Jalan pertama, saya membelikan buku-buku kisah islami seperti kisah ulama’ kecil, sahabat nabi waktu kecil, kisah para nabi dan buku-buku lainnya yang inspiratif. Tiap waktu, saya menyempatkan waktu untuk memberikan kisah ke anak. MasyaAllah luar biasa dengan kisah sang anak jadi punya inspiratif dalam kehidupannya. Misalnya saat bermain bersama teman-teman, dia melihat temannya makan sambil berdiri, dengan spontan sang anak menegur temannya, “teman, Rasulullah mengajari kita untuk makan sambil duduk, pakai tangan kanan, dan membaca bismillah”.

                Selain membacakan kisah, saya juga menemani anak bermain. Ini sangat penting, dengan ayah bundanya menemani bermain, sang anak merasa bahwa ayah bundanya mempunyai perhatian yang lebih, tidak cuma sibuk bekerja. Ini sangat saya rasakan, dengan kita menemani anak, seirinngnya waktu berjalan, keluar kata-kata penuh sayang kepada ayah bundanya. Tiba-tiba sang anak meluk dari belakang dan berkata, “ayah bunda, saya sangat sayang sekali sama ayah bunda karena Allah”

 

Kata-kata baik dan penuh perhatian yang keluar dari anak terkadang membuat kita sebagai orang tua terharu dan tak jarang kita meneteskan airmata. Sebagai orang tua setelah kita mendidik, jangan lupa untuk selalu mendo’akan selalu sang anak, titipkan kepada Allah agar selalu dijaga oleh Allah. Setelah kita mendidik dengan cara yang baik jangan pernah timbul rasa sombong bahwa itu didikan kita sebagai orang tua, tapi semua itu karena Allah.

Mulai saatnya kita sebagai orang tua berbenah dan belajar lagi memperoleh pendidikan untuk mendidik anak. Tidak ada kata terlambat sebagai orang tua untuk belajar, agar menghasilkan anak-anak yang kokoh untuk generasi penerus bangsa. Jangan pernah bosan untuk selalu membersamai anak untuk tumbuh. Sebagai orang tua tidak hanya menasehati tetapi harus memberikan contoh kepada anak. Misalnya saat kita makan bersama anak, jangan sampai kita cuek saat makan dengan sibuk memegang hp sendiri-sendiri tanpa ada dialog ke anak. Dengan perilaku yang langsung dilihat anak, itu sangat merekat dalam pikiran anak sehingga bisa dicontoh anak.

Memang benar mendidik anak itu tidak mudah. Dengan kesibukan ayah bunda dalam dunia kerja masih tetap harus memperhatikan anak. Jangan sampai saat kita lelah dalam bekerja, ketemu anak menjadi pelampiasan ke anak dengan marah-marah karena ributnya seorang anak berlarian kesana kemari, ramainya kondisi dengan celotehan anak-anak. Kita harus tahu bahwa anak itu amanah dari Allah. Kalau kita tidak mau menjaga amanah dari Allah dengan baik, Allah sewaktu-waktu akan mengambil dengan mudah.

Ada kisah dari kehidupan realita yang beredar di internet karena ayah bundanya sibuk, anak diserahkan kepada asisten rumah tangga. Sampai sang anak tumbuh besar, saat itu anak minta kepada bundanya untuk hadir ke tempat acara pembukaan pertama kali bengkelnya. Ternyata saat itu bundanya sibuk dan tidak datang ke acara anak. Sang anak sangat kecewa sampai akhirnya sang anak keluar bawa kendaraan dengan kebut-kebutan dan ditengah perjalanan terjadi kecelakaan, sang anak meninggal. Mendengar berita itu sang bunda langsung shock dan sangat menyesal dengan kesibukan yang dibuatnya, sampai tidak memperhatikan anak, seakan dunia seperti neraka.

Sebelum terlambat dengan kehidupan sekarang yang penuh tidak pasti, yang banyak keadaan membuat ayah bunda semua bekerja di luar rumah untuk memenuhi kehidupan. Maka jangan pernah lalai kalau kita sudah dapat amanah berupa anak. Jangan cuma anak dikasihkan ke asisten rumah tangga tanpa sentuhan ayah bundanya. Bahkan sang anak dengan usia yang masih kecil sudah difasilitasi hape untuk menyenangkan anak. Padahal apa yang dibutuhkan anak bukan itu, tapi kasih sayang orang tua dan keteladanannya.     

»»  read more

Sabtu, Agustus 27, 2022

Geram adanya Judi Online

Teknologi komunikasi dan informasi saat ini berkembang sangat pesat. Setiap hal dalam kehidupan manusia hari ini tidak pernah lepas dari dunia internet. Banyak kesenjangan dalam bersosial masyarakat karena semua sudah asyik dengan gadget masing-masing. Ditambah dengan adanya pandemi covid-19 dimana harus mengurangi interaksi antar individu secara langsung. Kejenuhan yang di dapat akhirnya mau tidak mau banyak orang yang menggunakan smartphone untuk menghibur diri.

             Banyak yang terpengaruh dengan dunia internet, kalau kita tidak bisa mempertimbangkan efek yang diterima baik atau buruk akan mempengaruhi sosial manusia.  Beberapa orang banyak yang kehilangan pendapatan akibat terhantam oleh pandemi covid-19. Di internet banyak bermunculan situs untuk judi online. Sebagian masyarakat awalnya coba-coba untuk mengundi nasib di judi online ini. Pola yang diterapkan di judi online bisa ditebak, banyak orang yang mencoba pertama kali langsung mendapatkan keberuntungan mendapatkan uang yang fantastis. Akhirnya lama-kelamaan mereka menjadi kecanduan.

             Permainan judi online di Indonesia semakin meningkat dengan mudahnya orang bisa mengakses. Keputus-asaan masyarakat mencari uang, akhirnya banyak yang mencari jalan pintas untuk cepat dapat uang yaitu dengan mempertaruhkan uangnya untuk bisa dilipat gandakan dengan cara judi. Selain itu judi online juga dijadikan sebagai pendapatan tambahan untuk memperoleh uang. Judi online yang dikemas seperti permainan game biasa, menggoda banyak orang untuk mencoba karena bisa diakses kapan pun dan dimana pun.

             Beberapa hari ini marak berita tentang judi online bahkan polisi sudah beberapa kali menangkap pelaku judi online. Heran kenapa penjudi online ini tidak jera juga? Padahal Pemerintah Indonesia melarang warganya melakukan judi online sebab dianggap merugikan masyarakat dan melanggar norma agama. Banyak langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah untuk menyetop perjudian online ini. Adanya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menjerat para pelaku maupun orang yang mendistribusikan muatan perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

             Menurut kominfo, “Pemberantasan judi online di Indonesia cukup berat dikarenakan situs atau aplikasi judi online terus bermunculan dengan nama yang berbeda, meski aksesnya telah diputus”. Kalau Pemerintah sudah ada usaha, harusnya tiap individu haru terus berbenah, keluar dari kecanduan judi online. Ibarat orang dari ruangan gelap, harus ada motivasi diri untuk mau keluar dari ruangan gelap ke ruangan yang terang. Di negara maju seperti Eropa, Pemerintah setempat menyediakan bantuan psikolog bagi pecandu judi online atau game online.

             Apapun motif orang untuk terjun ke permainan judi online ini tidak dibenarkan. Karena bukan individu itu sendiri yang kena dampaknya. Keluarga, masyarakat, sampai ke perekonomian Negara juga akan kena dampaknya. Perekonomian suatu negara akan terpuruk kalau masyarakatnya melakukan aktivitas judi online. Dengan majunya teknologi diharapkan masyarakat semakin bijak dalam penggunaannya. Gunakan akal untuk berfikir jangan asal iku-ikutan tren yang ada di lingkugan sekitar, pilah mana yang baik dan yang buruk.

             Dalam mencari uang jangan ada terlintas di pikiran untuk cuma instan mendapatkannya, semua perlu usaha. Bagaimana proses anak-anak dalam mengalami pertumbuhan, dari bayi yang belum bisa apa-apa sampai menjadi anak-anak yang mulai bisa berlari. Semua butuh proses. Hidup di dunia cuma sementara jangan sia-siakan hidup ini untuk merusak bumi, gunakan untuk menabung kebaikan di Akhirat.            


»»  read more

Rabu, Agustus 24, 2022

Bendera Merah Putih Berkibarlah

Indonesia Merdeka, tanggal 17 Agustus selalu diperingati dengan upacara bendera merah putih. Dirgahayu Republik Indonesia ke-77 mengusung tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Tema kali ini berkaitan erat dengan musibah yang terjadi di Indonesia dengan adanya covid-19, berapa tahun masyarakat Indonesia melawan musibah itu, semoga cepat pulih, dan menjadi bangkit masyarakat Indonesia makin kuat. Perlawanan terhadap musibah yang terjadi membuat negara tercinta ini melakukan percepatan dalam melakukan kegiatan dengan virtual menggunakan internet, masyarakat dipaksa untuk cepat mengikuti perkembangan internet ini.  

Setiap Instasi Pemerintah mengadakan prosesi upacara bendera dengan menggunakan baju adat atau baju nasional yaitu batik. Upacara dilakukan mulai jam 7 pagi. Semua orang semangat dalam mengikuti upacara ini. Bagaimana kita tidak antusias mengikuti upacara, megingat perjuangan para pahlawan bagaimana mereka berjuang sampai darah mengalir, nyawa taruhannnya untuk gugur dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Kita yang menikmati kemerdekaan ini, janganlah sampai menumpahkan darah untuk bertengkar sesama sebagai rakyat Indonesia.

Merdeka anugerah yang harus kita syukuri, untuk membangun bangsa ini menjadi baik, masyarakat menjadi sejahtera. Adanya lomba-lomba 17-an, tirakatan tingkat rt. Macam2 wujud dari rasa syukur akan adanya kemerdekaan, kita tidak dijajah lagi. Anak-anak ceria, masih terdengar ketawa anak-anak, masjid tetap berkumandang adzan, masyarakat bisa melakukan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing tanpa rasa takut. Kebebasan masyarakat dalam melakukan explorasi baik untuk berpendapat kepada Pemerintah, itu menandakan Bangsa ini masih menjaga kedaulatan Bangsa, tidak bersifat otoriter.    

Saat kita menjadi karyawan dari sebuah Perusahaan, kita merasa tidak merdeka karena harus menyelesaikan tugas. Saat menjadi mahasiswa merasa tidak merdeka karena adanya tugas menumpuk setiap mata kuliah. Tiap hari terasa menghela nafas. Padahal makna merdeka sekarang sangat luas, bukan kita terhindar dari para penjajah saja, arti merdeka masing-masing orang bagaimana mereka bisa mengelola emosional yang ada pada dalam dirinya, agar hidup terasa nyaman dan berarti bukan sebagai masalah. Selama kita masih bernafas di dunia ini masih aja kita akan menghadapi masalah tidak mulus-mulus aja. Perjuangan tidak akan pernah berhenti selama kita masih hidup, bagaimana kita meraih kebahagian dunia dan akhirat.

Dulu saat kita kecil, kapan ya jadi besar. Sekarang disaat sudah besar, merasa enak ya jadi anak kecil, tanpa beban. Orang saling melihat, disaat melihat orang enak, diri sendiri tidak enak. Inilah bagaimana setan masuk kedalam hati manusia. Membuat manusia makin ingkar tidak bersyukur apa yang Allah kasih kepada hamba-Nya. Begitu pula dengan memupuk rasa bangga terhadap bangsa ini sendiri. Mencintai negeri sendiri tanpa melihat iri dengan kesuksesan negara lain. Merdeka yang diperjuangkan pahlawan yang berani mati untuk kemerdekaan bangsa ini. Pahlawan yang telah gugur tapi namanya tetap harum sampai sekarang.

Dari Sabang sampai Merauke berbeda budaya, agama, bahasa. Bersatu Bhineka Tunggal Ika, Semboyan Indonesia. Janganlah kita kotori negeri tercinta ini dengan memecahkan dengan adanya perbedaaan. Mari kita tingkatkan untuk persaudaraan kita sebagai rakyat Indonesia. Latih hati kita untuk menerima perbedaan, hadapi masalah dengan senyuman dan berdo’a kepada Allah. Perbedaan yang mencolok di kalangan masyarakt membuat saling pandang- memandang antar tiap individu. Kesuksesan untuk setiap oarang dikarenakan tiap usaha individu.

Kebebasan masyarakat untuk memilih Merdeka. Coba kita bayangkan apabila kemerdekaan kita di dapat dari Pemberian Penjajah, kita tidak akan pernah berdiri tegak, bangga menjadi Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Berjayalah bangsaku, merdekalah bangsaku, semangatlah pemuda pemudi Indonesia untuk memajukan bangsa tercinta ini. Sejarah akan terulang, sebagaimana kita tahu bahwa sejarah adalah pembelajar buat kita. Kita bisa belajar dari sejarah. Sejarah bagaimana pahlawan terdahulu semangat untuk memerdekakan bangsa ini tanpa ragu, tanpa rasa takut, kematian selalu mengintai dan tidak bisa hidup enak dan tenang.  

Hidup tidak selamanya tenang tapi harus diperjuangkan. Hidup di Negara berkembang, dengan banyak populasi tapi peluang pekerjaan cukup sulit. Banyak persaingan untuk mendapatkan pekerjaan. Banyak pengangguran dimana-dimana sehingga akan menimbulkan keburukan di luar sana masih ada yang terpaksa mencuri untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pencurian yang ada di tengah-tengah masyarakat. Kondisi seperti ini sangat mencemaskan, membuat resah masyarakat. Sehingga jauh dari rasa merdeka dalam menjalani hidup karena keresahan-keresahan yang ada.   

Cukupkah Pejabat-pejabat Tinggi merangkul rakyat untuk membuat sejahtera rakyat. Membuat Bangsa ini selalu tersenyum tanpa jeritan rakyat kelaparan, kesakitan meminta pengobatan tanpa biaya rumah sakit yang mahal, pendidikan di negara ini tidak mahal, gaji seorang guru besar. Sehingga tidak terlihat bagaimana kehidupan seorang guru yang memprihatinkan. Guru yang sudah tercukupi kebutuhan sehari-hari, dan bisa meninggikan status sosial seorang guru. Nasib Guru menjadi mulia tidak dijadikan sebagai bullian orang bahwa gaji guru sedikit dan sangat mengenaskan. Itulah merdeka sesungguhnya untuk meninggikan gaji seorang guru untuk menjadi sejahtera.    


»»  read more

Selasa, Juli 26, 2022

CPNS Menjadi Impian

Setiap kita melihat pembukaan pendaftaran CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di negeri ini, banyak sekali yang antusias untuk mendaftarnya. Bahkan sudah terbayang di pikiran pasti akan berat untuk mengalahkan persaingan yang ada. Persiapan peserta untuk menghadapi ujian CPNS optimal sekali seperti membeli buku-buku untuk bisa lolos CPNS, menonton youtube dan bacaan-bacaan di ienternet serta meluangkan waktu untuk ikut bimbel menghadapi ujian CPNS baik secara online maupun offline akan dilakukan oleh para peserta untuk bisa lulus ujian CPNS, walaupun untuk persiapan itu harus mengeluarkan uang.

Motivasi orang masuk CPNS banyak sekali baik dari faktor internal maupun factor eksternal. Ada yang karena motivasi dari pribadi sendiri atau dari keluarga. Seolah-olah bisa diterima CPNS itu anugerah yang sangat besar. Setiap orang tidak bisa memprediksi apakah bisa lolos tes CPNS atau tidak. Keterima atau tidak, itu sebuah takdir, bukan karena kita pintar atu tidak. Iming-iming terhadap gaji dan tunjangan yang diberikan oleh CPNS, membuat orang banyak yang antusias untuk masuk ke CPNS.

Fenomena orang lebih suka keterima masuk CPNS daripada swasta dikarenakan ada keterjaminan sebagai CPNS. Kalau swasta banyak yang ketar-ketir, banyak ketakutan yang timbul karena tidak ada keterjaminan sebagai pekerja. Itulah kenapa pimanat pendaftar masih banyak untuk pelamar CPNS, semua orang siap mau ditempatkan dimanapun di seluruh daerah Indonesia. Padahal tahapan pendaftaran untuk CPNS lumayan banyak yang harus dilalui. Ada tahapan-tahapan yang menganut sistem gugur setiap tahapan, harus melalui passing grade.

Dalam pikiran kita apa yang kita bayangkan dengan CPNS? Nyaman. Nyantai, titik aman, tidak bisa diphk seenaknya saja, terjamin masa tuanya, dan masih banyak lagi yang dipikirkan setiap orang. Makanya pekerjaan bisa jadi seorang CPNS masih di dewa-dewakan banyak orang. Inilah salah satu alasan masih banyak yang daftar mau masuk jadi CPNS. Mendengar berita banyak yang keterima CPNS tapi menyatakan mengundurkan diri. Itu ternyata persentasenya masih kecil sekali, masih banyak peminat. Sampai melihat komen nitizen di media social banyak yang menyayangkan kenapa mereka mengundurkan diri, padahal banyak yang mau diluar sana, terutama orang yang komen untuk dirinya sendirinya yang bilang sudah daftar berkali-kali tiap ada lowongan pembukaan pendaftaran CPNS langsung daftar tapi tidak lulus juga.

  Setelah CPNS dinyatakan diterima, dengan rentang waktu yang lama. Harus tetap sabar untuk menunggu surat tugas di tempat instansi sesuai kita ditempatkan. Realita di lapangan walapun para peserta semangat untuk mendaftar CPNS, saaat keterima dan mengetahui jobdes pekerjaan, terkadang tidak sesuai dengan yang dipikirkan. Ada CPNS yang tidak siap untuk bekerja karena belum punya pengalaman kerja sebelumnya, atau ada pegawai CPNS yang bekerja tidak linier dengan pekerjaan sebelumnya, bahkan ada beberapa CPNS yang tidak siap dengan peraturan-peraturan yang ketat.

Dimanapun kita kerja harus siap dengan beban pekerjaan yang akan dibebankan kepada kita. Karena kalau setiap individu sudah siap memasuki dunia kerja, harus siap dengan tantangan yang ada baik itu untuk menambah skill maupun dengan peraturan yang ada di dunia kerja tersebut serta budaya kerja yang ada. Sebaik apapun kita, masih banyak kekurangan yang ada. Jadi jangan pernah merasa tidak mampu untuk bekerja di suatu tempat, biar bisa tetap survive. Mungkin Sebagian orang di awal-awal kerja akan merasa berat sekali, beban yang akan dipikulnya. Tapi ini Kembali ke diri sendiri bagaiamana menyikapi beban kerja yang ada. Dibuat pusing dan terbebani atau menikamati dengan enjoy sebagai tanda untuk siap bekerja di dunia baru yang sesungguhnya.

Baik kita kerja sebagai CPNS atau kerja swasta, semua ada beban kerja sendiri-sendiri. Selama kita hidup akan selalu ada masalah yang harus dipikirkan dan dipecahkkan bukan untuk kita lari dari masalah tersebut. Pekerja-pekerja awal yang kerja pasti akan banyak keluhan yang ada. Misal kerja seperti ini, gaji segini, beban pekerjaan banyak sekali, seakan tidak cocok dengan tenaga dan pikiran yang kita keluarkan. Itulah mengapa kalau ada lowongan pekerjaan terkadang ada syarat yang menyebutkan harus siap dengan tekanan.

Selelah apapun kita bekerja, masih lelah orang yang tidak bekerja. Kenapa bisa seperti itu? Karena selelah apapun kerja, hasilnya akan mendapatkan uang yang bisa digunakan untuk penghidupan sehrai-hari. Coba kita pikirkan kalau tidak bekerja alias masih menjadi pengangguran, sudah dicerca orang lain, lebih sakitnya tidak dapat uang sepersenpun. Itulah mengapa kita diwajibkan untuk selalu bersyukur kepada Allah. Karena dengan bersyukur membuat hati kita lega dan pikiran menjadi plong. Apa yang sedang dijalankan dengan berbagai macam profesi, bisa berjalann karena Allah, selalu berharap kepada Allah. Selalu jaga hati luruskan niat dalam bekerja, jangan banyak mengeluh tetap semangat serta selalu mengharap ridho ilahi.  

»»  read more

Minggu, Juli 17, 2022

Memotivasi Diri Sendiri

Kebanyakan orang lulus S1 mempunyai keinginan langsung untuk mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan gaji tinggi. Beban mental juga kalau sudah lulus S1 masih nganggur. Tapi ini semua kembali kepada takdirnya masing-masing. Ada yang langsung dapat kerja tapi gaji masih kecil, ada yang masih menjadi pengangguran, ada juga yag langsung memilih untuk menikah karena sudah menemukan jodohnya, dan beraneka macam nasib yang diperoleh oleh masing-masing orang.

Kehidupan yang kita terima, bagaimana kita bisa menikmati? Itu semua kembali kepada diri-sendiri. Motivasi yang tertinggi ada pada dalam dirinya sendiri. Mau menjadi si A, mau menjadi si B, terkadang memandang orang lain lebih menyenangkan daripada yang kita peroleh. Seolah-olah kita kurang terus apa yang kita peroleh. Dalam hati selalu ada perdebatan sendiri. Seakan takdir tidak memihaknya.

Kekesalan dalam hati yang tak terselesaikan membuat kehidupan ini menjadi suram, jauh dari kata baik. Kemampuan yang ada dalam diri menjadi kosong tidak ada nilainya. Bagaimana kita bisa bangkit? Seakan jiwa ini tidak ada harganya. Ada pepatah yang mengatakan, “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”. Ini benar-benar pepatah yang sering kita rasakan. Melihat orang lain jauh lebih sempurna daripada diri sendiri.

Kita harus bisa menghargai diri kita sendiri, kalau bukan kita sendiri terus siapa? Apa mau orang lain yang memuja-muja kita? Pujian orang lain itu relatif, akan bisa pudar. Kalau kita memuji diri kita sendiri, itu motivasi diri untuk selalu melangkah maju tanpa melihat ke belakang, ada keberanian untuk maju ke depan. Ibaratnya seorang kecil yang lagi belajar berjalan, kalau sang anak tidak ada keberanian untuk mencoba melangkahkan kakinya, maka sang anak tidak akan pernah tahu kemampuan dia bisa berjalan.Begitu pula kita, kalau kita tidak percaya diri dengan kemampuan kita sendiri, kita tidak akan pernah tahu, kita mempunyai talenta dimana.

Mari kita semangati diri kita sendiri yakin kalau kita bisa. Jangan patah semangat menjalani takdir yang Allah beri untuk kita. Apa yang kita kira baik untuk kita belum tentu itu yang terbaik, Allah yang maha tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Tanamkan bahwa kita tidak akan menjadi pribadi yang kurang beruntung dari yang lain, tumbuhkan rasa syukur kepada sang Khalik dan mau berusaha sekuat tenaga, hasil serahkan kepada Allah, hanya Allah yang maha tahu. 

»»  read more

Sabtu, Juli 16, 2022

Sisi Baik Pandemi Ada

Pandemi sudah berapa tahun kita lalui, awal-awal pandemi sempat panik, suasana lingkungan rumah sepi senyap, orang-orang timbul rasa takut yang berlebih, selalu terdengar dari masjid berita duka kematian, hati tersayat pilu mendengarnya. Seakan tidak ada kehidupan yang tenang untuk melakukan aktivitas.

Alhamdulillah di tahun 2022 ini ada kabar yang membahagiakan, Pemerintah sudah mengijinkan Pendidikan untuk tatap muka 100 %, ini menjadi angin segar akan ada kehidupan yang membaik. Ada sisi positif pandemi ada, yang tadinya kita tidak tau harus berinteraksi diluar bagaimana? Sekarang dengan serba online kita bisa terhubung dari manapun berada. Kita bisa mendapatkan ilmu dengan tetap berdiam di rumah, kita masih bisa berkomunikasi terhadap teman-teman walaupun jarak yang jauh-jauh, jadi terjalin silaturrohim lagi.

Pandemi memaksa kita untuk berinovasi. Tadinya emak-emak harus belanja lansung ke pasar, sekarang ada aplikasi yang sangat membantu emak-emak memanage badget belanja,  Sampai belanjaan sayur nya diantar sampai ke rumah. Banyak pekerjaan muncul secara otodidak, misal dengan kreasi membuat tulisan dan video bisa menghasilkan uang. Cuan-cuan di internet juga menghasilkan uang. Jadi serba instan setelah adanya pandemi dan juga dunia internet semakin ramai. Bagi yang bisa melewati pandemi dengan tenang jangan panik, InsyaAllah ada jalan melewati pandemi ini. Seperti yang sudah di ada di dalam Frman Allah dalam Surat Al-Insyirah Ayat 5-6 yaitu “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

»»  read more

Jumat, Juli 01, 2022

Sosok nabi Ibrahim, The Father of the Massangers

 Sosok nabi Ibrahim, The Father of the Massangers

“Ayahnya para nabi”

Dari beliau kita belajar tentang :

1.       Pengorbanan

Hal yang paling berat dari seorang ayah yaitu ditinggalkan oleh seorang anak kandung. Bagaimana nabi Ibrahim diperintahkan oleh Alllah untuk mengorbankan anaknya.

2.       Keteladanan

Keluarga nabi Ibrahim memberikan teladan. Hidup harus punya keteladanan, biar hidup tidak hampa. Jadikanlah pemimpin bukan Cuma saya saja tetapi ketununan saya juga

Semoga Allah berkahi ilmu kita, juga untuk generasi bangsa kita

»»  read more

Jumat, Maret 25, 2022

Pengertian Pengetahuan

Dimanakah letak ilmu? Ilmu adalah bagian dari pengetahuan .

Menurut Peter Drucker dalam bukunya The Effective Executive, kebiasaan yang berurat berakar yang tanpa dipikirkan telah menjadi kondisi tak sadar, tetapi sebelumnya harus merupakan pengetahuan yang dipelajari dan dibiasakan.

Menurut E.J. Gladden dalam bukunya The Essentials of Public Administration, menganggap ilmu sama dengan keterampilan, hanya keterampilan yang diperoleh melalui Latihan dan belajar.

Istilah bahsa inggris dalam “pengertian pengetahuan”

Ada istilah bahsa inggris yang bisa kita ingat sedikit saat membaca buku di dalam sub judul pengertian pengetahuan, antara lain :

Pengertian = understanding

Sikap = attitude

Ketangkasan = aptitude

Tahu mengerjakan = know to do

Tahu bagaimana = know how

Tahu mengapa = know why

Tanpa dipikirkan = in thinking habit

Kondisi tak sadar = reflex condition

Ilmu = science

Pengetahuan = knowledge

»»  read more

Rabu, Maret 16, 2022

MOTTO dalam Menuntut Ilmu

Kadang kita merasa malas sekali untuk belajar dan belajar. Apalagi kalau sudah jadi emak-emak, dengan segudang pekerjaan rumah buat kita sudah lelah lagi untuk menuntut ilmu, beda saat kita masih menempuh dunia perkuliahan, kita masih dituntut untuk terus belajar, Mau tidak mau kita jadi terus belajar saat masih kuliah. Ternyata menuntut ilmu itu harus kita lakukan untuk sepanjang hidup sampai nafas kita berhenti, karena Rasulullah telah bersabda tentang menuntut ilmu, itu sudah cukup untuk buat kita selalu untuk semangat dalam menuntut ilmu.

Menuntut ilmu itu tiada mengenal tempat, waktu, dan usia sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Tuntutlah ilmu mulai dari buaian ibu hingga menuju (ke) liang lahat.” (al-Hadis)

“Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR Ahmad dan Muslim)

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR Turmudzi)

“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu maka dia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR Turmudzi)

Semoga kita semua tergolong orang-orang yang semangat dalam menuntut ilmu sepanjang masa, semoga ilmu kita bermanfaat diridhoi Allah. Aamiin.


»»  read more

Kekuatan Do’a yang terjadi pada Imam Hanafi

Do’a Imam Hanafi kepada para pembencinya, “Semoga Allah mengampuni yang membenci kepadaku, dan semoga Dia memberi rahmat kepada orang yang memuji usahaku.” MasyaAllah do’a yang sangat dalam yang bisa kita ambil ibrohnya. Kita tetap mendo’akan kebaikan untuk orang yang tidak menyukai kita. Jangan pernah kita menganggap remeh tentang do’a. karena do’a punya kekuatan yang luar biasa.

Seperti do’a yang diucapkan oleh khalifah Ali kepada kakeknya imam Hanafi. Ketika itu kakeknya yang bernama Zautha mengajak Tsabit anaknya, Ketika itu masih kecil untuk menemui Khalifah Ali bin Abi Thalib di Kufah. Sang Khalifah menerimanya dengan baik. Saat itu, Khalifah Ali berkata kepada Zautha yang ditujukan untuk Tsabit, “Mudah-mudahan, antara keturunannya ada yang menjadi orang yang sholeh dan agung.”

MasyaAllah Do’a Khalifah Ali dikabulkan oleh Allah, karena akhirnya Tsabit mempunyai seorang anak lelaki yang kelak menjadi seorang imam yang diikuti. Ya, beliaulah Nu’man bin Tsabit atau lebih dikenal dengan sebutan Imam Hanafi.

 

»»  read more