Jangan Lupa Follow and
Comment My Blog
Klik di sini

Jumat, Desember 19, 2014

Saat Ultahmu maafkan aku sayang





Selamat ulang tahun suamiku yang ke-28, semoga engkau selalu dalam perlindungan Allah dan semakin luas rizkinya serta barokah. Airmata ini terurai bahagia, engkau telah mencintaiku dengan tulus dan menyayangi ku, engkau telah menjadi imam yang penuh dengan panutan, kesabaranmu membuat ku selalu belajar dari mu, rasa syukurmu membuatku terpesona. Tetep sabar ya sayang, kita ambil hikmah dari kisah abu bakar saat rasulullah bertamu kepadannya, ada suatu kaum yang mencela abu bakar, abu bakar pun tak menggubris dan Rasulullah tersenyum kepadanya. Kedua kalinya datang kaum lagi mencela kepada abu bakar, abu bakarpun tak menggubrisnya juga, Rasulullah tetap tersenyum, datang lagi ketiga, kaum tersebut mencela abu bakar lagi, karena penuh emosi akhirnya abu bakar pun marah, seketika itu pun Rasulullah meninggalkannya. Abu bakarpun mengejar Rasulullah dan menanyakan kepadanya kenapa pergi?. Rasulullah pun menjelaskan kesatu dan kedua aku tetep senyum karena aku melihat banyak malaikat yang mendekatimu, tapi saat ketiga saat kamu marah kepada kaum tersebut., para malaikatpun menjauh dan aku pun meninggalkanmu.    
Maafkan aku suamiku karena diusiamu, aku belum juga dikaruniahi anak oleh Allah. Aku selalu berdo’a semoga Allah mengabulkan doa kita di usia mas semoga kita segera dikaruniai keturunan, aku berharap dari kemarin memberikan kado gembira kepadamu tapi Allah belum juga mengasih-Nya. Aku malah sakit, aku pun tak tahu kenapa sakit ini begitu aja timbul, aku enggak kuat menahannya, semoga ini segera hilang sakitnya. Aku tau engkau berusaha untuk mengobati sakitku untuk dibawa ke rumah sakit, tapi apalah dayaku mas setiap ke rumah sakit pasti aku diberi obat, harga obat itu pun mahal, aku ngerasa sakit untuk meminum obat itu, semakin aku terusin untuk meminumnya perutku semakin sakit. Aku meminta maaf sayang, bukannya aku enggak mau sehat, mohon mengertilah aku, karena obat yang masuk dalam tubuhku malah membuat perut ini makin sakit.
Kita tetep bersabar ya sayang, walaupun terkadang ucapan orang lain menyakitimu karena dua tahun kita menikah belum juga ada tanda-tanda kehamilan di diriku. Airmata ini tak kuasa aku menahannya kak, aku juga harus tetep tersenyum ke semua orang kalau banyak yang nanyain anak ke aku, kadang perkataan mereka yang tak sengaja selalu menusuk hatiku. “Ya Allah berikanlah keajaiban kepada kami, hanya kepada-Mu lah kami meminta”
Ini paketan JNE yang aku pesan sudah datang sayang, ini kadoku untukmu, semoga ada manfaatnya untuk kita berdua, aku menunggu engkau pulang dari kerja, walaupun hari ini sesuap nasi tak bisa masuk ke mulutku, aku akan berusaha untuk sehat sayang. Jum’at berkah tak lupa aku berusaha rutin untuk bersedekah ke anak yatim. Aku akan selalu mencintaimu baik suka dan duka. I Love You My husband.

Ditulis di kamar walau terasa pusing aku usahain menulis di ultahmu
Jam 3 sore
Di perum bukit kencana Tembalang
Jum’at, 19 desember 2014

»»  read more

Rabu, Desember 03, 2014

Rasa Kangen Terhadap Anak-Anak

  
 Tak terasa sudah 1 bulan masa cutiku sudah terlewati, tinggal 2 bulan lagi cutiku selesai. Semoga dengan berakhirnya cuti, tesisku sudah selesai alias soal kuliah sudah selesai semua. Dalam nafasku kuselalu berdoa semoga aku segera selesai kuliahku biar tidak stress selalu memikirkannya dan tidak membuat suami selalu memikirkan tentang nasib kuliahku. Ternyata rasanya seperti ini kuliah, kerja dan jadi istri. Aku belum bisa membagi waktu dengan baik soalnya kalau sudah di dunia kerja, sudah capek kalau harus membuka pekerjaan tesis ku, pikiran ku sudah tidak kuat lagi dan tenaga pun sudah habis.
            Dalam bekerja, aku diamanahi menjadi guru di kelas kuttab awwal 2A (anak-anak usia 5-6). pengalaman baru juga menjadi guru soalnya biasanya kalau kerja selalu di dunia keuangan dan selalu di depan laptop. Satu bulan tidak ketemu anak-anak tiba-tiba muncul rasa kangen sama mereka, kira-kira mereka masih ingat ma aku tidak? Apa mereka juga merasakan apa yang aku rasakan? Sekarang Aku cuma hanya bisa melihat foto-foto mereka dan mendoakan mereka. Semoga kita bisa ketemu lagi nak, kalian semoga menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah serta berilmu dan beradab yang baik.
            Banyak orang berfikiran kalau anak-anak tak bisa diajak berdiskusi, itu salah besar. Selama 3 bulan aku bersama mereka, walaupun mereka agak malu-malu tapi mereka selalu berfikir dan selalu membaca keadaan. Betul juga peribahasa jawa kalau guru itu digugu lan ditiru, anak tidak bisa menerima pelajaran dengan baik kalau gurunya juga tidak bisa mencontohkan dengan baik.
            Contoh ini hal yang kecil, kalau di kuttab anak-anak disarankan untuk selalu membawa kudapan dan makan siang karena di kuttab tidak diperkenankan untuk membawa uang, disana juga tidak ada yang jualan. Mengingatkan ke anak kalau syarat jual beli yang sah pertama harus balight dan mereka belum balight. Heemmm……. Aku juga baru belajar agama di kuttab, maklum kuliah tak pernah mendapatkan ajaran agama, kurikulum pendidikan perguruan tinggi ternyata ada pelajaran agama cuma 1 semester selama kita kita menyelesaikan kuliah. Bagimana moral anak bangsa kalau kayak gini, pantesan banyak anak kuliah yang suka menyeleweng seenaknya sendiri tak punya adab karena dididik seperti itu.
            Ngomongin tentang anak-anak ko’ jadi ngaco kesana kemari, soalnya rindu dalam hatiku yang paling dalam. Akan senyum mereka, canda mereka, belajar bersama mereka, belajar menghafal al qur’an, belajar adab, dan banyak sekali yang tidak bisa aku sebutin. 
Aku juga tidak tau apa tiga bulan ini bisa selesai kuliahku, mengingat dosenku sekarang masih sakit, mohon doanya akan kesembuhannya, setelah sembuh baru ada waktu membimbingku dan semoga dosenku tidak selalu pergi ke luar kota maupun ke luar negeri. Semoga ada keajaiban dari Allah.

Ditulis di perum Bukit Kencana Tembalang disaat menunggu suami pulang kerja, hujanpun belum reda diluar, semoga segera reda. I love You Suamiku.
Selasa, 02 Desember 2014
Jam 18.06 WIB (waktunya Shalat Maghrib)
By Anny Riwayati





»»  read more

Senin, November 24, 2014

Perjuangan dapat Tablet

Alhamdulillah suamiku dah ketemu tablet yang dulu dicita-citakan untuk memilikinya. Sudah 2 tahun bersama suami jadi tau karakternya. Walaupun sudah tahu ada aja perdebatan yang seharusnya tidak terjadi,eh…. terjadi pula mungkin ini juga yang terkadang ego ku muncul dan tak mau kalah ma siapa aja. He…. @_@
Pembelian tablet yang sangat mengesankan, dah beberapa hari keliling counter dan browsing internet, suamiku belum aja memutuskan mau beli yang kayak apa? Jadi kadang gemes juga tapi unik juga. Sebenarnya belum kepikiran membeli hape baru tapi karena dana yang belum pas, yang mendorong sekali ini terjadi karena tiba-tiba hape suami mati saat pulang dari medan. Jadi kami berfikir menservice hape android ini setelah itu kami akan jual. Alhamdulillah walaupun garansi dah pas sekali habis, masih dikasih keringanan ma costumer service LG untuk tidak membayar, padahal ganti mesin hape. Katanya kalau ganti mesin hape bayarnya sama kayak beli hape baru.

 Menunggu hampir 1 minggu akhirnya pihak CS LG menghubungin kami kalau hape sudah bisa diambil dan sudah baik lagi. Alhamdulillah, akhirnya kami mutusin iklan di internet untuk menjual hape ini. Sebelum kami lepas, kami nanyakan dulu ke counter, kira-kira hape ini kalau dijual dihargain berapa. Ternyata sama counter dihargain murah sekali, jadi kami tak berminat untuk menjual di counter kalau enggak bene-bener kepepet.

Inilah kebesaran Allah yang tak disangka kita, apa yang kita jual bisa laku dimanapun kita menjualnya kalau Allah sudah berkehendak, kami iklankan di internet kemudian ada yang menanyakannya karena harga lebih tinggi dari yang ditawarkan counter, akhirnya kami  melepaskan dengan harga yang sudah kami sepakati. 

Uang yang terkumpul untuk mendapatkan hape yang kualifikasi diinginkan ma kakanda ku belum cukup, jadinya kami berfikir lagi bagaimana kita mendapatkan uang tambahan lagi, setelah kami bongkar barang di kardus-kardus yang numpuk di rumah, terus kita mendapati kardus hardisk, terus berfikir “bagaimana kalau hardisk ini dijual saja karena kita sudah tidak memakainya lagi?”. Aku pun menganggukkan kepala pertanda aku menyutujuinya. Kami segera mengiklankan hardisk di internet dengan harga nego, Masya Allah ada calon pembeli yang menanyakan harga hardisk ini ke kami, dia berani membelinya tanpa menego harga lagi. Alhamdulillah…..

Satu kendala lagi uang sudah terkumpul tapi kita belum tahu mau beli hape yang seperti apa? yang jadi masalah tentang ketahanan baterai, suamiku pengen layanya lebar dan batrenya tidak cepet habis. Terus dengan mudahnya aku jawab, “katanya semakin lebar layarnya semakin boros baterai”. Suamiku menganggukkan kepala dan berkata, “iya juga sih!”, aku pun Cuma tersenyum membalasnya.

Kita sudah niat mau beli hape seperti punya ibu, tapi layarnya masih kecil cuma 4 inchi. Terus aku meyakinkan lgi, “yuk kita beli seperti punya ibu aja, kan baterainya awet kata mas”. Terus suami langsung terdiam sejenak dan berfikir, “ayo kita ke matahari beli ke counter seperti ibu beli hape, kita kesana sekarang”. Dengan semangat aku membalasnya, “ayo!”.
Nyampai di counter ternyata sales nya ada yang masih ingat ma wajah kita yang beberapa hari yang lalu kita pernah kesitu untuk beli hape. He….. ketahuan dulu dech! Karena waktu sudah malam kami pun langsung to the point menanyakan hape tersebut, dan berniat untuk membelinya lagi. Eh, sangat kecewa ternyata kemarin-kemarin  masih promo, beli hape langsung dapat bonus flip covernya dan anti gores serta aplikasi di hape. Ternyata sekarang bonusannya dikurangin jadi tidak dapat flip cover, jadi kalau mau flip cover harus nambah 100 ribu. Akhirnya kami memutuskan untuk mengurungkan membeli hape tersebut. Terus aku membisikkan ma suami, “kita fikirkan dulu aja kak?”.
Langkah demi langkah kami nikmati, berfikir harus mana yang dibeli dengan dana yang terbatas ini. Aku pun mengusulkan, “kak kita pulung aja dulu yuk ke rumah, kita fikirkan matang-matang dulu”. Tanganku meraih tangan suamiku tuk menuntun berjalan menuju arah parkir.
Dalam perjalanan bersama motor yang berjalan pelan penuh hikmat kami pun masih tetap berdiskusi. Terus aku pun mengajukan pertanyaan, “kenapa kita tidak nyoba nanya di counter yang searah dengan rumah kita?”. Suamiku pun menganggukkan kepala. Kita mencoba nanya 1 counter yang lumayan besar bangunannya, ternyata counternya sudah pada beres-beres untuk menutup lapaknya tapi mereka masih menerima kedatangan kami. banyak yang kami tanyakan di counter tersebut tenntang macam-macam tablet yang ada di counter tersebut. Lumayan sudah ada masukkan banyak, ada 2 tipe yang kami lirik, maklum di counter kecil, pilihan tidak terlalu banyak jadi enggak terlalu pusing dalam memilih, kita jadi bisa detail menanyakan barangnya. Karena waktu sudah larut malam, melihat salesnya juga sudah pada ribet pada beres-beres, akhirnya kami pamit untuk memikirkan lagi di rumah.
Sampai rumah kami pun masih banyak browsing di internet akan macam-macam  tablet, kita jadi punya gambaran sedikit. Sepulang dari kerja kami pun besok masih tetap keluar untuk mencari referensi lagi tentang beberapa tablet. Sebenarnya kami mau ke simpang lima lagi tapi karena jauh dan sudah beberapa kali ke sana belum membuahkan hasil kami pun jadi lesu ke sana, kami urungkan niat kesana. Aku pun mengusulkan,”bagaimana kalau di counter sekitar sini aja? Siapa tau ada yang cocok”. Suami terus mengelak, “Lho malu to kita kan tadi malam sudah di counter daerah sini”. “Cari yang lain to sayang, aku pernah lihat ada counter yang sebelah kiri jalan yang lumayan cukup gede”, aku pun tersenyum. Akhirnya suamiku mau untuk bertanya di counter sini. Kami masuk ke counter, kemudian dilayani oleh 1 sales counter. Dalam batin ku ini sales ko’ belum professional masak nanya mulu’ ma sales yang lainnya yang juga masih masih mengurusi pembeli lainnya. Kami pun langsung menanyakan tentang tablet Lenovo, kemudian diambilkan ma salesnya untuk membaca-baca kardusnya coz masih segelan di dalam kardus hapenya. Karena salesnya belum kelihatan menguasai bidangnya jadi tak mempromosikan nih hape malah menawarkan kami ke merk tablet yang lain. Suamiku banyak melontarkan pertanyaan akan tablet Lenovo ini dari segi tipe serta kualifikasi hape ini. Kenapa kami langsung menuju ke tablet Lenovo karena saran counter tadi malem bilang katanya untuk jangka panjang kalau seandainya mau dijual lagi lebih bagus ambil merk yang Lenovo, jadi pikiran kami masih tertuju ke lonovo tinimbang tablet merk yang lain.
Banyak pertanyaan yang kami lontarkan ke sales tersebut, suamiku merasa ada yang janggal. Apa yang ada di kardus ma apa yang disebutkan ma sales tersebut banyak yang enggak sama. Kemudian kami timbang-timbang karena terkejut juga sama-sama merk Lenovo yang kami tanyakan di counter tadi malam harganya lebih murah dari counter sini, jad apa yang membedakan yang counter tadi malam dihargain 1375 di sini ko’ dihaargain 1500. Kami coba memperhatikan detail apa yang tertera di kardus tersebut untuk menimbang-nimbang pilihan kami. Kemudian kami pamit dari counter tersebut untuk memikirkan lagi.
Suamiku nyampai rumah langsung browsing ke internet lewat laptop acer kami. Kemudian memannggilku.“dek coba sini lihat, tadi tablet lenovonya kayak di internet ini kan? tipe Lenovo tab 7- 50 yang 3500”. Aku pun langsung menjawab dengan mantap, “iya kak tadi aku baca di kardusnya tipe nya yang 3500, ko’ harga di internet mahal sekali harganya mencapai 2 juta?. Iya juga, suamiku langsung menambahi, “yuk kita ambil tu tablet, mumpung kita dapat harga di bawah pasaran, apalagi kualifikasi tablet tersebut sudah bagus”. Dengan penuh semangat aku menjawab, “ayo kita berangkat sekarang!”.
Banyak perjalanan yang kami lalui untuk mendapatkan Lenovo tab 7- 50 yang 3500 akhirnya kami mendapatkan dengan harga 1450. Mudah-mudahan dengan hadirnya tab cantik ini di tengah-tengah kami, semoga hobi suamiku dalam menulis bisa dikembangkan serta kami pun jadi semangat dalam membaca seperti apa yang diajarkan oleh Rasulullah yang pertama turun wahyu yaitu  IQRO’ (bacalah!). Semoga kami selalu dalam pertolonganmu ya Allah.
        
Ditulis di Perum Bukit Kencana Tembalang, saat ku sendiri dan hasrat ini pengen menulisnya
Hari Senin, 24 November 2014
By : Anny Riwayati
»»  read more

Selasa, Oktober 28, 2014

Tanggal 28 Oktober 2014, tepat 2 tahun

Alhamdulillah di tanggal 28 Oktober 2014 ini tepat dengan ultah pernikahan kami. Usia pernikahan kami genap 2 tahun. Semoga kami selalu saling menyayangi dan mengasihi.

Selama 5 hari ini, suami ada acara di luar kota. Aku pun di rumah tidak ikut alias di Semarang. Suami setelah kelar kerjaannya, ia juga menyempatkan menjenguk ortu di medan. Disana selama 2 hari, semoga ayah ibu disana selalu sehat, selalu dalam perlindungan Allah.

Malam ini suami pulang dari medan ke semarang. Terima kasih ya Allah, aku bisa bersama suamiku lagi. Rencana aku menjemputnya dengan motorku sampai bandara ahmad yani. Alhamdulillah tepat di usia pernikahan kami, suamiku sudah kembali dan kumpul bersamaku lagi. Terima kasih suamiku, ini kado terindah. Engkau tetep selalu d dekatku.

I love you sayang
Semoga cinta kita selalu dalam perlindungan Allah

»»  read more

Senin, Oktober 27, 2014

Kado dari suamiku

Senengnya hatiku, di ulang tahun ku bulan september 2014 tahun ini dapat keberkahan yang luar biasa. Selama nikahanku hampir 2 tahun, baru ini aku merasakan tidur diatas spring bed.
Senyumku lepas tanpa henti, memanjat syukur kepada Allah. Terima kasih suami ku, kau telah menghadiahkan ini untuk melepas lelah kita. Semoga ini memberi semangat kita untuk beribadah kepada Allah.
I love u suamiku, semoga aku bisa segera menyelesaikan tesis ku, dan seiring waktu semoga kita segera dikaruniai anak. (anak yang bisa mewarisi kita dalam kebaikan, dan berjihad di jalan Allah). Aamiiin......
»»  read more

Suamiku.....

Kekasih hatiku
Pikiran ku melayang-layang
Jiwa pun tak berdaya
Jiwa mu tak disini bersamaku
Walau pun keramaian disekelilingku
Tanpa mu terasa sepi
Tiap pagi terbangun
Nama mu aku sebut
Kusadari jiwamu tak disini
Kicauan burung selalu menyambutku pagi hari
Hitungan sehari terasa bertahun-tahun
Aku pun melihat kalender menghitung kau segera kesini
»»  read more

Jumat, Oktober 17, 2014

Harapanku sebelum kedua kalinya kaki ku melangkah di Medan

Sudah hampir 2 tahun usia pernikahan kami, suka cita kami lalui bersama. Bulan pertama setelah pernikahan, kami tinggal di kos dekat Hotel Grand Candi Semarang. Perjalanan kami setelah satu bulan ngekos kami memutuskan untuk ngontrak di Perumahan Kauman Mranggen, kemudian di tahun kedua kami ngontrak di Perumahan Bukit Kencana Tembalang.  
Aku sangat terkejut saat suami mengutarakan kepadaku untuk kita tinggal di medan agar kita bisa lebih dekat merawat orang tua. Kaki ku sangat berat, hatiku berdetak lebih kencang. Aku selalu yakin dimanapun aku berada aku masih punya Allah yang akan selalu menjagaku. Aku juga bisa merasakan bagaimana rasanya kalau jauh dari orang tua, bibi dan bengkila sudah tua dan berada di medan. Pasti di benak hati mereka yang paling dalam, mereka ingin anaknya dekat dengan mereka. Pasti mereka juga pengen punya cucu dari kami. Kami selalu memanjatkan doa kepada Allah semoga kita segera dikaruniai anak oleh Allah. Allah maha tahu mana yang terbaik buat umatnya. Semoga kami bisa membuat bibi dan bengkila senang.
Kendala kami belum bisa segera ke medan karena kemarin suami belum selesai kuliah s2 nya, Alhamdulillah sekarang sudah selesai. Sekarang aku yang belum selesai kuliah s2, Ya Allah bantu saya untuk menyelesaikan tesis ini semoga bisa segera selesai. Aku memanjatkan do’a untuk-Mu. Beri kami kesehatan semoga kami tidak merepotkan orang lain dan bisa selalu bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Ayah ibu saat tulisan ini aku tulis, aku masih berada di semarang. Dalam hatiku yang paling dalam aku pengen tinggal di semarang dan punya rumah disini. Sebelum aku menginjakkan kaki ku di medan kedua kalinya, aku pengen sudah punya anak dan lahir di jawa dekat dengan ayah ibu ku dan memberikan kabar baik kepada bibi dan bengkila. Jika Engkau kehendaki berkahi kami semoga kami bisa lolos cpns kementrian lingkungan, kami mendaftar untuk ditempatkan di kantor pusat. Andai itu bisa keterima, kami bisa dekat dengan semarang dan medan terutama bisa mengurangi biaya ongkos pulang. Aku bisa berkunjung ke ayah ibu dan bibi bengkila. Teringat ibu pengen sekali bisa diajak ke Jakarta, dan ibu ikhlas kalau aku kerja di Jakarta bersama suami. Ya Allah secara pikiran terkadang pikiran ini tak kuat untuk berfikir harus gimana aku mengambil keputusan, berikan kami jalan yang benar dan baik.
“ Semoga Allah memberikan keberkahan akan ilmu, umur, dan harta kami. Jauhkan kami dari lilitan hutang, dan berikan kami rizki dari segala pintu.     
»»  read more

Senin, Juli 21, 2014

Ternak Burung Puyuh, Aku Bersama Ayah

Teringat akan masa kecilku dulu, ayah selalu mensupport dan menemaniku dalam menjaga binatang peliharaanku, mulai dari ikan, ayam, marmut, dan burung kutilang.

Ayah menternakkan burung puyuh, tiap pagi dan sore ayah telaten memberi makan, minum serta membersihkan kadang.  Ayah juga telaten mengambilin telur tiap pagi dari hasil burung puyuh, biar telurnya enggak dipatuk si burung puyuh nya sendiri. Aku teringat waktu aku mulai memperhatikan ayah memelihara burung puyuh sejak aku masih di bangku sd. Aku pun tertarik untuk membantu ayah sebelum berangkat sekolah jam 7. Terasa ada yang kurang kalau pagi tidak menengok si burung puyuh. Hingga aku sering terlambat nyampai sekolah, guru-guru ku pun sudah hafal akan penjelasanku kenapa aku terlambat karena aku membantu ayah dulu untuk ngasih makan dan minum, serta membersihkan tempat makan dan minumnya dulu untuk si burung puyuh.

Burung-burung puyuh diberikan kandang tersendiri dan ditaruh di satu rumah di belakang rumah yang aku tempati, penyekat rumah kami ada halaman yang cukup lebar. Rumah kami pun ramai dengan kicauan burung puyuh tiap hari. Aku sampai hafal kicauan burung puyuh yang pertanda sudah lapar dan haus. Kami sekeluarga juga sering makan telur burung puyuh dan dagingnya, sangat lezat rasanya.

Hasil - hasil telur puyuh sebagian dimanfaatkan ayah untuk diternakkan kembali dan sebagian dijual di pasar. Aku pun senang membantu ayah untuk mengambilin telur di kandang burung puyuh ke tempat untuk diternakkan. Sebuah tempat yang berbentuk balok tidak terlalu besar, kira2 panjangnya bisa mencapai 1 meter dan tingginya setengah meter. Didalamnya banyak bolamp yang nyalanya bergantian sekitar ada 10 bolamp, biar di dalam tempat itu teratur suhu panasnya. Telur pun didiamkan sampai menetas didalamnya.
Aku lupa sampai menunggu berapa hari lamanya telur itu menetas. Tiap bangun tidur aku tak lupa untuk menjunguk si telur - telur tersebut, untuk bisa melihat langsung menetasnya telur-telur tersebut menjadi burung puyuh yang imut-imut. ku ingat burung- burung puyuh yang baru menetas sangat lemah sekali. Sampai aku pengen banget memegangnya, tapi ayah melarangku biar burung puyuhnya kuat dulu baru bisa dipindah ke kandang.

Tak lupa juga akan telur yang dijual di pasar. Ayah sering mengajakku ke pasar untuk menjual burung puyuh. Hingga akhirnya ayah mempunyai bakul tetap untuk membeli telur puyuh. Bakul pasar tersebut sering ke rumahku untuk membeli telur puyuh, terkadang ayah pun mengantarkan telur tersebut ke rumah si bakul. Sebelum sampai ke bakul ayah selalu mengepakkin di kardus terlebih dahulu dengan membuat sendiri desain penyekat didalamnya agar muat banyak telurnya dan tidak cepet pecah. Aku pun jadi makin asyik membantu ayah.

Dengan berjalannya waktu banyak orang yang datang ke rumah baik untuk membeli telur puyuh maupun burung puyuh yang masih hidup ataupun yang sudah disembelih. Orderan semakin rame di rumah. Ayah pun semakin memperbanyak ternaknya dengan menambah banyak kandang.

Desain kandang pun di desain dan dibuat sendiri oleh ayah dari kombinasi kawat dan kayu. 1 kandang bisa mencapai 5 tingkat. Tergantung untuk tempat burung puyuh nya, ada yang 1 kandang untuk yang barusan menetas cuma 1 tingkat karena mereka tak kuat bising yang terlalu rame.

Jenis kelamin burung puyuh selalu dibedain ma ayah, terkadang mereka ada yang 1 kandang campur antara jantan dan betina dengan jumlah komposisi yang sama. Ada juga yang jantan semua dan betina semua. Biasanya yang dijual di pasar adalah buruh puyuh yang jantan. Aku pun mulai belajar membedain mana yang jantan dan mana yang betina. Ayah juga mengajari aku untuk cara menyembelih buruh puyuh, pertama-pertama aku sangat takut tapi lama-lama terbiasa juga. Rasanya geli dipatuk burung puyuh, aku pun juga sering kena cakar burung puyuh. Kadang berdarah juga kalau kukunya panjang-panjang.

Saat kakak pertama ku menikah ayah memutuskan untuk memberhentikan ternak burung puyuh ini. Aku sangat sedih mendengar itu semua, tapi apa boleh buat ayah sudah punya alasan tersendiri kenapa dihentikan.

Semoga saat hidup bersama suami, kami bisa memelihara binatang peliharaan. Binatang juga makhluk Allah jangan pernah kita mendholimi mereka, rawatlah dengan penuh kasih sayang.

Semoga kita bisa memiliki rumah yang luas, di dalamnya penuh dengan kasih sayang

»»  read more