Minggu, April 19, 2015

Lelah nikmat yang luar biasa

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin

Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam Mencari Nafkah

Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan Mendidik Anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”

»»  read more

Jumat, April 10, 2015

Berlomba-lomba mengucapkan salam dan berjabat tangan

Tak seperti biasa, aku berangkat pagi sekali ke kuttab. Subhanallah, diluar dugaanku ternyata sudah banyak santri yang datang. Aku datang bersama suamiku, motor kami parkir di.tempat parkir dengan rapi.
Turun dari motor tiba-tiba ada sekelompok anak lari ke hadapanku dan berlomba-lomba mengucapkan salam dan meraih tanganku tuk berjabat tangan. 
"Assalamu`alaikum ustadzah".
Masyaallah nak, kalian penyejuk mata dan hati ini. Melihat mereka aku jadi makin semangat hari ini.

»»  read more

Rabu, April 08, 2015

Aku terus berharap akan kebesaranmu

Saat mata ini mau terpejam
Saat aku melihat suamiku tertidur lelap
Tuhan, aku meminta kepadamu
Berikan kami kepercayaanmu
Tulang-tulang kami sudah mulai rapuh
Tiap kali mendengar tangisan si bayi
Hati ini selalu bergetar
Kapan aku bisa merasakan seperti ibu yang lain
Merasakan mengandung
Mendidiknya sejak dalam kandungan
Aku tak pernah lelah berharap kepadamu

Tuhan
Aku terus meminta kepadamu
Tiap kali mau tidur
Aku selalu terbayang
Bagaimana rasanya?
Ada bayi di tengah-tengah kami
Kami akan selalu menidurkannya dengan kisah-kisah

Tuhan
Aku akan selalu bersyukur kepadamu
Aku selalu bersandar kepadamu
Aku tak kuasa menahan hati ini
Saat suami jatuh
Sampai tulang pun patah
Semakin besar keinginanku berharap kepadamu
Berikan kepada kami ya Allah
Aku mau ayah ibuku
Bibi dan bengkilaku
Menggendong anak kami
Tersenyum bahagia melihat anak kami

»»  read more

Minggu, Maret 29, 2015

Seminar Proposal "Tesis Administrasi Publik"



Dalam menempuh S2 jurusan administrasi publik fakultas FISIP UNDIP Semarang. Alhamdulillah saya panjatkan kepada Allah karena saya telah melalui seminar tesis ini di hari jum’at tanggal 27 Februari 2015 jam 09.00 dan di hari senin tanggal 3 Maret 2015 jam 10.00. Subhanallah aku melalui seminar ini sebanyak dua kali dikarenakan jadwal kedua dosen pembimbingku tidak bisa bersamaan, mereka memutuskan untuk mengujiku sebanyak dua kali. Aku masih tetap bersyukur karena mereka masih tetap berfikir untuk kelulusanku untuk segera melakukan seminar proposal.

Bulan desember 2014 awal aku sudah mengajukan untuk maju sempro di bagian administrasi, sampai akhir desember hasilnya nihil, aku belum dapat kabar juga tentang kejelasan jadwalku. Aku pun sudah mulai cemas, aku mulai mendatangi bagian administrasi, “gimana ini mbak jadwal semproku ko’ belum keluar juga, kapan kira-kira?”. Dengan menenangkan aku bagian admin bilang, “tenang mbak, insyaallah awal bulan januari 2015 segera keluar”. Aku pun tercengang, “lama sekali mbak, kenapa?”. Admin bilang ini semua dikarenakan kedua dosen pembimbingku susah untuk meluangkan waktu ujian buat semproku dan satu dosenku belum keluar sk dari pemerintah untuk menguji. Aku pun jadi emosi dan marah ke admin,”lho kenapa alasannya seperti itu? Aku memilih dosen pembimbing juga dari arahan bagian administrasi, kenapa sekarang kenapa ada kendala dalam sk?, bener-bener tidak masuk akal”. Bagian administrasi tetap menyalahkan aku


Mendengar dari penjelasan admin, kemudian saya pun berusaha menghubungi dosen pembimbing pertamaku, sang dosen ku menjelaskan, “maaf mbak karena pihak fakultas ada perubahan kajur jadi masih ada kekosongan kajur sehingga harus sabar menunggu, dalam proses menunggu itu juga membutuhkan kejelasan keuangan juga”. Aku pun bertanya lagi,”terus kira-kira jadwal semproku keluar kapan prof?. dosen pembimbingku mengasih penjelasan, “sabar mbak, kemungkinan awal februari 2015 baru keluar jadwal sempro”. Aku sok sekali mendengar penjelasannya, “lama sekali ya prof, harus nunggu sampai 2 bulan, aku berharap segera keluar jadwalnya prof, aku ingin segera lulus”. Dengan singkat dosen ku membalasku,”iya mbak”.

Tiba-tiba di awal bulan februari 2015 dapat kabar dari bagian administrasi untuk membayar keuangan semester keenamku disuruh bayar 3 juta melalui bank bni. Wah cepet sekali padahal aku belum banyak yang kuselesaikan di semester lima. Agak berat hati aku membayar semester enam ini, dalam hati aku berdo’a, “ya Allah semoga ini yang terkhir kali aku membayar untuk kuliah ku, semoga disemester ini aku sudah dinyatakan lulus. Amin”.

Empat semester awal, aku dapat beasiswa, karena tidak menyelesaikan kuliah s2 sampai 4 semester akhirnya semester berikutnya harus bayar mandiri. Uang yang sudah kubayar total 6 juta. Sedih rasanya hati ini karena belum selesai juga kuiahku. “ya allah mudahkan aku untuk lulus, semoga di semester enam ini aku sudah lulus”. Ada kerikil yang harus aku lalui untuk bimbingan, dari jam dosen yang sangat susah untuk saya temui dan kondisi sang dosen yang kadang masih sakit. Aku yakin, Allah akan mengabulkan doaku untuk lulus di semester enam ini.

Jutaan orang sukses dan berhasil karena mereka mempunyai mimpi. Mereka berhasil mewujudkan mimpinya karena mereka berusaha dan bekerja dengan keras mewujudkannya. Mereka sukses karena selalu bisa belajar dari kesalahan dan kegagalan. Mereka bisa belajar karena mereka pernah memiliki guru. Jadi, jutaan orang yang sukses dan berhasil karena mereka mempunyai GURU. Mungkin engkau bertanya, “lalu apa impian para guru?”. Impian terindah mereka adalah mendengar dan melihat engkau sukses di masa depan.
»»  read more

Sabtu, Januari 10, 2015

Kaligrafi, monggo yang mau pesen

alhamdulillah ada yang order kaligrafi, pembeli dari klaten, ini kaligrafi yang dipesannya.
karena beratnya nyampai 15 kg, akhirnya memakai ekspedisi esl (biar biaya ongkir terjangkau)
ini proses pengepakan
ini bukti pengiriman
kaligrafi asma'ul husna dan ayat kursi
berbahan kayu jati
ukuran 75x150 cm
harga 2.900.000 (belum sama ongkir).
untuk nanya lebih detail atau request pemesanan langsung sms / wa saya di 08574064527 (anny)
»»  read more

Jumat, Desember 19, 2014

Saat Ultahmu maafkan aku sayang





Selamat ulang tahun suamiku yang ke-28, semoga engkau selalu dalam perlindungan Allah dan semakin luas rizkinya serta barokah. Airmata ini terurai bahagia, engkau telah mencintaiku dengan tulus dan menyayangi ku, engkau telah menjadi imam yang penuh dengan panutan, kesabaranmu membuat ku selalu belajar dari mu, rasa syukurmu membuatku terpesona. Tetep sabar ya sayang, kita ambil hikmah dari kisah abu bakar saat rasulullah bertamu kepadannya, ada suatu kaum yang mencela abu bakar, abu bakar pun tak menggubris dan Rasulullah tersenyum kepadanya. Kedua kalinya datang kaum lagi mencela kepada abu bakar, abu bakarpun tak menggubrisnya juga, Rasulullah tetap tersenyum, datang lagi ketiga, kaum tersebut mencela abu bakar lagi, karena penuh emosi akhirnya abu bakar pun marah, seketika itu pun Rasulullah meninggalkannya. Abu bakarpun mengejar Rasulullah dan menanyakan kepadanya kenapa pergi?. Rasulullah pun menjelaskan kesatu dan kedua aku tetep senyum karena aku melihat banyak malaikat yang mendekatimu, tapi saat ketiga saat kamu marah kepada kaum tersebut., para malaikatpun menjauh dan aku pun meninggalkanmu.    
Maafkan aku suamiku karena diusiamu, aku belum juga dikaruniahi anak oleh Allah. Aku selalu berdo’a semoga Allah mengabulkan doa kita di usia mas semoga kita segera dikaruniai keturunan, aku berharap dari kemarin memberikan kado gembira kepadamu tapi Allah belum juga mengasih-Nya. Aku malah sakit, aku pun tak tahu kenapa sakit ini begitu aja timbul, aku enggak kuat menahannya, semoga ini segera hilang sakitnya. Aku tau engkau berusaha untuk mengobati sakitku untuk dibawa ke rumah sakit, tapi apalah dayaku mas setiap ke rumah sakit pasti aku diberi obat, harga obat itu pun mahal, aku ngerasa sakit untuk meminum obat itu, semakin aku terusin untuk meminumnya perutku semakin sakit. Aku meminta maaf sayang, bukannya aku enggak mau sehat, mohon mengertilah aku, karena obat yang masuk dalam tubuhku malah membuat perut ini makin sakit.
Kita tetep bersabar ya sayang, walaupun terkadang ucapan orang lain menyakitimu karena dua tahun kita menikah belum juga ada tanda-tanda kehamilan di diriku. Airmata ini tak kuasa aku menahannya kak, aku juga harus tetep tersenyum ke semua orang kalau banyak yang nanyain anak ke aku, kadang perkataan mereka yang tak sengaja selalu menusuk hatiku. “Ya Allah berikanlah keajaiban kepada kami, hanya kepada-Mu lah kami meminta”
Ini paketan JNE yang aku pesan sudah datang sayang, ini kadoku untukmu, semoga ada manfaatnya untuk kita berdua, aku menunggu engkau pulang dari kerja, walaupun hari ini sesuap nasi tak bisa masuk ke mulutku, aku akan berusaha untuk sehat sayang. Jum’at berkah tak lupa aku berusaha rutin untuk bersedekah ke anak yatim. Aku akan selalu mencintaimu baik suka dan duka. I Love You My husband.

Ditulis di kamar walau terasa pusing aku usahain menulis di ultahmu
Jam 3 sore
Di perum bukit kencana Tembalang
Jum’at, 19 desember 2014

»»  read more

Rabu, Desember 03, 2014

Rasa Kangen Terhadap Anak-Anak

  
 Tak terasa sudah 1 bulan masa cutiku sudah terlewati, tinggal 2 bulan lagi cutiku selesai. Semoga dengan berakhirnya cuti, tesisku sudah selesai alias soal kuliah sudah selesai semua. Dalam nafasku kuselalu berdoa semoga aku segera selesai kuliahku biar tidak stress selalu memikirkannya dan tidak membuat suami selalu memikirkan tentang nasib kuliahku. Ternyata rasanya seperti ini kuliah, kerja dan jadi istri. Aku belum bisa membagi waktu dengan baik soalnya kalau sudah di dunia kerja, sudah capek kalau harus membuka pekerjaan tesis ku, pikiran ku sudah tidak kuat lagi dan tenaga pun sudah habis.
            Dalam bekerja, aku diamanahi menjadi guru di kelas kuttab awwal 2A (anak-anak usia 5-6). pengalaman baru juga menjadi guru soalnya biasanya kalau kerja selalu di dunia keuangan dan selalu di depan laptop. Satu bulan tidak ketemu anak-anak tiba-tiba muncul rasa kangen sama mereka, kira-kira mereka masih ingat ma aku tidak? Apa mereka juga merasakan apa yang aku rasakan? Sekarang Aku cuma hanya bisa melihat foto-foto mereka dan mendoakan mereka. Semoga kita bisa ketemu lagi nak, kalian semoga menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah serta berilmu dan beradab yang baik.
            Banyak orang berfikiran kalau anak-anak tak bisa diajak berdiskusi, itu salah besar. Selama 3 bulan aku bersama mereka, walaupun mereka agak malu-malu tapi mereka selalu berfikir dan selalu membaca keadaan. Betul juga peribahasa jawa kalau guru itu digugu lan ditiru, anak tidak bisa menerima pelajaran dengan baik kalau gurunya juga tidak bisa mencontohkan dengan baik.
            Contoh ini hal yang kecil, kalau di kuttab anak-anak disarankan untuk selalu membawa kudapan dan makan siang karena di kuttab tidak diperkenankan untuk membawa uang, disana juga tidak ada yang jualan. Mengingatkan ke anak kalau syarat jual beli yang sah pertama harus balight dan mereka belum balight. Heemmm……. Aku juga baru belajar agama di kuttab, maklum kuliah tak pernah mendapatkan ajaran agama, kurikulum pendidikan perguruan tinggi ternyata ada pelajaran agama cuma 1 semester selama kita kita menyelesaikan kuliah. Bagimana moral anak bangsa kalau kayak gini, pantesan banyak anak kuliah yang suka menyeleweng seenaknya sendiri tak punya adab karena dididik seperti itu.
            Ngomongin tentang anak-anak ko’ jadi ngaco kesana kemari, soalnya rindu dalam hatiku yang paling dalam. Akan senyum mereka, canda mereka, belajar bersama mereka, belajar menghafal al qur’an, belajar adab, dan banyak sekali yang tidak bisa aku sebutin. 
Aku juga tidak tau apa tiga bulan ini bisa selesai kuliahku, mengingat dosenku sekarang masih sakit, mohon doanya akan kesembuhannya, setelah sembuh baru ada waktu membimbingku dan semoga dosenku tidak selalu pergi ke luar kota maupun ke luar negeri. Semoga ada keajaiban dari Allah.

Ditulis di perum Bukit Kencana Tembalang disaat menunggu suami pulang kerja, hujanpun belum reda diluar, semoga segera reda. I love You Suamiku.
Selasa, 02 Desember 2014
Jam 18.06 WIB (waktunya Shalat Maghrib)
By Anny Riwayati





»»  read more

Senin, November 24, 2014

Perjuangan dapat Tablet

Alhamdulillah suamiku dah ketemu tablet yang dulu dicita-citakan untuk memilikinya. Sudah 2 tahun bersama suami jadi tau karakternya. Walaupun sudah tahu ada aja perdebatan yang seharusnya tidak terjadi,eh…. terjadi pula mungkin ini juga yang terkadang ego ku muncul dan tak mau kalah ma siapa aja. He…. @_@
Pembelian tablet yang sangat mengesankan, dah beberapa hari keliling counter dan browsing internet, suamiku belum aja memutuskan mau beli yang kayak apa? Jadi kadang gemes juga tapi unik juga. Sebenarnya belum kepikiran membeli hape baru tapi karena dana yang belum pas, yang mendorong sekali ini terjadi karena tiba-tiba hape suami mati saat pulang dari medan. Jadi kami berfikir menservice hape android ini setelah itu kami akan jual. Alhamdulillah walaupun garansi dah pas sekali habis, masih dikasih keringanan ma costumer service LG untuk tidak membayar, padahal ganti mesin hape. Katanya kalau ganti mesin hape bayarnya sama kayak beli hape baru.

 Menunggu hampir 1 minggu akhirnya pihak CS LG menghubungin kami kalau hape sudah bisa diambil dan sudah baik lagi. Alhamdulillah, akhirnya kami mutusin iklan di internet untuk menjual hape ini. Sebelum kami lepas, kami nanyakan dulu ke counter, kira-kira hape ini kalau dijual dihargain berapa. Ternyata sama counter dihargain murah sekali, jadi kami tak berminat untuk menjual di counter kalau enggak bene-bener kepepet.

Inilah kebesaran Allah yang tak disangka kita, apa yang kita jual bisa laku dimanapun kita menjualnya kalau Allah sudah berkehendak, kami iklankan di internet kemudian ada yang menanyakannya karena harga lebih tinggi dari yang ditawarkan counter, akhirnya kami  melepaskan dengan harga yang sudah kami sepakati. 

Uang yang terkumpul untuk mendapatkan hape yang kualifikasi diinginkan ma kakanda ku belum cukup, jadinya kami berfikir lagi bagaimana kita mendapatkan uang tambahan lagi, setelah kami bongkar barang di kardus-kardus yang numpuk di rumah, terus kita mendapati kardus hardisk, terus berfikir “bagaimana kalau hardisk ini dijual saja karena kita sudah tidak memakainya lagi?”. Aku pun menganggukkan kepala pertanda aku menyutujuinya. Kami segera mengiklankan hardisk di internet dengan harga nego, Masya Allah ada calon pembeli yang menanyakan harga hardisk ini ke kami, dia berani membelinya tanpa menego harga lagi. Alhamdulillah…..

Satu kendala lagi uang sudah terkumpul tapi kita belum tahu mau beli hape yang seperti apa? yang jadi masalah tentang ketahanan baterai, suamiku pengen layanya lebar dan batrenya tidak cepet habis. Terus dengan mudahnya aku jawab, “katanya semakin lebar layarnya semakin boros baterai”. Suamiku menganggukkan kepala dan berkata, “iya juga sih!”, aku pun Cuma tersenyum membalasnya.

Kita sudah niat mau beli hape seperti punya ibu, tapi layarnya masih kecil cuma 4 inchi. Terus aku meyakinkan lgi, “yuk kita beli seperti punya ibu aja, kan baterainya awet kata mas”. Terus suami langsung terdiam sejenak dan berfikir, “ayo kita ke matahari beli ke counter seperti ibu beli hape, kita kesana sekarang”. Dengan semangat aku membalasnya, “ayo!”.
Nyampai di counter ternyata sales nya ada yang masih ingat ma wajah kita yang beberapa hari yang lalu kita pernah kesitu untuk beli hape. He….. ketahuan dulu dech! Karena waktu sudah malam kami pun langsung to the point menanyakan hape tersebut, dan berniat untuk membelinya lagi. Eh, sangat kecewa ternyata kemarin-kemarin  masih promo, beli hape langsung dapat bonus flip covernya dan anti gores serta aplikasi di hape. Ternyata sekarang bonusannya dikurangin jadi tidak dapat flip cover, jadi kalau mau flip cover harus nambah 100 ribu. Akhirnya kami memutuskan untuk mengurungkan membeli hape tersebut. Terus aku membisikkan ma suami, “kita fikirkan dulu aja kak?”.
Langkah demi langkah kami nikmati, berfikir harus mana yang dibeli dengan dana yang terbatas ini. Aku pun mengusulkan, “kak kita pulung aja dulu yuk ke rumah, kita fikirkan matang-matang dulu”. Tanganku meraih tangan suamiku tuk menuntun berjalan menuju arah parkir.
Dalam perjalanan bersama motor yang berjalan pelan penuh hikmat kami pun masih tetap berdiskusi. Terus aku pun mengajukan pertanyaan, “kenapa kita tidak nyoba nanya di counter yang searah dengan rumah kita?”. Suamiku pun menganggukkan kepala. Kita mencoba nanya 1 counter yang lumayan besar bangunannya, ternyata counternya sudah pada beres-beres untuk menutup lapaknya tapi mereka masih menerima kedatangan kami. banyak yang kami tanyakan di counter tersebut tenntang macam-macam tablet yang ada di counter tersebut. Lumayan sudah ada masukkan banyak, ada 2 tipe yang kami lirik, maklum di counter kecil, pilihan tidak terlalu banyak jadi enggak terlalu pusing dalam memilih, kita jadi bisa detail menanyakan barangnya. Karena waktu sudah larut malam, melihat salesnya juga sudah pada ribet pada beres-beres, akhirnya kami pamit untuk memikirkan lagi di rumah.
Sampai rumah kami pun masih banyak browsing di internet akan macam-macam  tablet, kita jadi punya gambaran sedikit. Sepulang dari kerja kami pun besok masih tetap keluar untuk mencari referensi lagi tentang beberapa tablet. Sebenarnya kami mau ke simpang lima lagi tapi karena jauh dan sudah beberapa kali ke sana belum membuahkan hasil kami pun jadi lesu ke sana, kami urungkan niat kesana. Aku pun mengusulkan,”bagaimana kalau di counter sekitar sini aja? Siapa tau ada yang cocok”. Suami terus mengelak, “Lho malu to kita kan tadi malam sudah di counter daerah sini”. “Cari yang lain to sayang, aku pernah lihat ada counter yang sebelah kiri jalan yang lumayan cukup gede”, aku pun tersenyum. Akhirnya suamiku mau untuk bertanya di counter sini. Kami masuk ke counter, kemudian dilayani oleh 1 sales counter. Dalam batin ku ini sales ko’ belum professional masak nanya mulu’ ma sales yang lainnya yang juga masih masih mengurusi pembeli lainnya. Kami pun langsung menanyakan tentang tablet Lenovo, kemudian diambilkan ma salesnya untuk membaca-baca kardusnya coz masih segelan di dalam kardus hapenya. Karena salesnya belum kelihatan menguasai bidangnya jadi tak mempromosikan nih hape malah menawarkan kami ke merk tablet yang lain. Suamiku banyak melontarkan pertanyaan akan tablet Lenovo ini dari segi tipe serta kualifikasi hape ini. Kenapa kami langsung menuju ke tablet Lenovo karena saran counter tadi malem bilang katanya untuk jangka panjang kalau seandainya mau dijual lagi lebih bagus ambil merk yang Lenovo, jadi pikiran kami masih tertuju ke lonovo tinimbang tablet merk yang lain.
Banyak pertanyaan yang kami lontarkan ke sales tersebut, suamiku merasa ada yang janggal. Apa yang ada di kardus ma apa yang disebutkan ma sales tersebut banyak yang enggak sama. Kemudian kami timbang-timbang karena terkejut juga sama-sama merk Lenovo yang kami tanyakan di counter tadi malam harganya lebih murah dari counter sini, jad apa yang membedakan yang counter tadi malam dihargain 1375 di sini ko’ dihaargain 1500. Kami coba memperhatikan detail apa yang tertera di kardus tersebut untuk menimbang-nimbang pilihan kami. Kemudian kami pamit dari counter tersebut untuk memikirkan lagi.
Suamiku nyampai rumah langsung browsing ke internet lewat laptop acer kami. Kemudian memannggilku.“dek coba sini lihat, tadi tablet lenovonya kayak di internet ini kan? tipe Lenovo tab 7- 50 yang 3500”. Aku pun langsung menjawab dengan mantap, “iya kak tadi aku baca di kardusnya tipe nya yang 3500, ko’ harga di internet mahal sekali harganya mencapai 2 juta?. Iya juga, suamiku langsung menambahi, “yuk kita ambil tu tablet, mumpung kita dapat harga di bawah pasaran, apalagi kualifikasi tablet tersebut sudah bagus”. Dengan penuh semangat aku menjawab, “ayo kita berangkat sekarang!”.
Banyak perjalanan yang kami lalui untuk mendapatkan Lenovo tab 7- 50 yang 3500 akhirnya kami mendapatkan dengan harga 1450. Mudah-mudahan dengan hadirnya tab cantik ini di tengah-tengah kami, semoga hobi suamiku dalam menulis bisa dikembangkan serta kami pun jadi semangat dalam membaca seperti apa yang diajarkan oleh Rasulullah yang pertama turun wahyu yaitu  IQRO’ (bacalah!). Semoga kami selalu dalam pertolonganmu ya Allah.
        
Ditulis di Perum Bukit Kencana Tembalang, saat ku sendiri dan hasrat ini pengen menulisnya
Hari Senin, 24 November 2014
By : Anny Riwayati
»»  read more