Jumat, April 21, 2017

Rindu akan panggilan dan pelukan anak-anak

Malam mulai berlalu. Tiba2 teringat akan suara anak yang memanggilku di jalan dengan suara lantang. Waktu itu posisi saya naik kendaraan sendiri. Terenyuh dengar suara dan wajah sang anak itu. Walaupun saya tak pernah mengajarnya dan dulu sang anak terkenal pemalu. Saya salut dengan sang anak itu. Walaupun dulu kita sempat kenal sebentar. Karena sang anak pindah.
Panggilan sayang anak didikku dengan memanggilku “ustadzah anny”

Sebenarnya saya berat dengan panggilan ustadzah, karena selama yang saya tahu di masyarakat umum ustadzah itu orang yang memiliki kemampuan agama yang dalam. Sedangkan aku bukan orang lulusan pondok. Pengetahuan agamaku juga pas-pasan. Tapi di kuttab sudah menjadi panggilan akrab dengan ustadz atau ustadzah bagi yang mengajar.

Awal-awal aku canggung dengan panggilan ustadzah. Tapi suami bilang bahwa ustadz itu bahasa arab artinya guru (orang yang membagi ilmu). Suami selalu berpesan kepadaku untuk selalu belajar. Nanti biar bisa selalu mengajarkan kebenaran kepada anak-anak.

Tiap kali aku mau mengajar, aku selalu baca banyak buku. Biar bisa mengajarkan ke anak-anak dengan baik dan benar. Kebetulan saya mengajar di kuttab awal (anak usia 5-6 tahun). Di kuttab kurikulum nya iman dan qur’an. Aku selalu yakin kalau kita mengajar kan ke anak dengan rasa sayang, insyaallah apa yang kita sampaikan bisa nyampai ke anak.

0 comments:

Posting Komentar