Jumat, Juni 24, 2011

basis akrual

Perusahaan membutuhkan modal untuk keperluan operasional rutin. Hal itu dapat dipenuhi dengan menerbitkan saham dan menjual kepada publik melalui penjualan saham kepada masyarakat (public offerings) dengan initial public offerings (IPO) atau penawaran kedua, ketiga, dan seterusnya atau seasoned equity offerings (SEO) atau cara lain dengan menjual saham kepada pemegang saham lama (right issue) (Dewi).
Di Indonesia, ada dua bentuk perbedaan dalam perlakuan pos rekening yang mempengaruhi penghitungan laba rugi (Tjahjono 1997 dalam Iskandar 2009). Pertama, perbedaan tetap adalah transaksi-transaksi pendapatan dan biaya tertentu yang boleh diakui akuntansi tetapi tidak boleh diakui oleh pajak (peraturan pajak) atau sebaliknya. Kedua, perbedaan waktu adalah perbedaan pengakuan pendapatan atau biaya untuk penghitungan laba. Suatu transaksi pendapatan atau biaya sudah diakui akuntansi sehingga dilaporkan (dibukukan) dalam laporan keuangan periode tertentu tetapi menurut perpajakan diperhitungkan pada periode yang berbeda (ataupun dicatat dengan jumlah yang berbeda), dan sebaliknya.
Adanya fleksibilitas prinsip akuntansi menimbulkan peluang bagi manajer untuk mengelola laba. Agar kinerja perusahaan terlihat bagus, manajemen berusaha untuk mengatur laba, yaitu dengan melakukan manajemen laba. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk meningkatkan (menurunkan) laba yang dilaporkan saat kini dari suatu unit yang menjadi tanggung jawab manajer tanpa mengkaitkan dengan peningkatan (penurunan) protabilitas ekonomi jangka panjang. Ada berbagai cara dalam manajemen laba, di antaranya pemilihan metode akuntansi atau kebijakan akrual, tetapi cara yang paling sering dilakukan adalah dengan kebijakan akrual atau discretionary accruals, yaitu dengan mengendalikan transaksi akrual sehingga laba terlihat tinggi. Akan tetapi, transaksi tersebut tidak mempengaruhi aliran kas, misalnya waktu dari pengakuan pendapatan sehingga kebijakan akrual akan dapat mempengaruhi kualitas laba suatu perusahaan. Diungkapkan oleh Roshan bahwa transaksi akrual terdiri atas transaksi non-discretionary accruals dan discretionary accruals. NDA merupakan akrual yang ditentukan atas kondisi ekonomi (economically determined) (Xiong, 2006; Komarudin dkk., 2007 dalam Iskandar 2009), transaksi non-discretionary accruals misalnya biaya depresiasi, sedangkan DA merupakan akrual yang ditentukan manajemen (management determined). Manajer dapat memilih kebijakan dalam hal metoda dan estimasi akuntansi, transaksi discretionary accruals misalnya waktu dari pengakuan pendapatan (Roshan, 1998 dalam Dewi).
Manajemen laba adalah campur tangan manajemen dalam proses pelaporan campur tangan manajemen dalam proses pelaporan keuangan ekstern dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri. Manajemen laba tersebut dapat dilakukan dengan cara menggeser pendapatan masa depan (future earnings) menjadi pendapatan sekarang (current earning) dan biaya sekarang (future cost), sehingga laba yang bersangkutan menjadi lebih tinggi dari nilai sebenarnya dan tidak mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya (Healvy and Wahlen 1989 dalam Suyudi 2009). Manajemen laba sulit untuk menghindari, karena fenomena tersebut hanyalah dampak dari penggunaan dasar akrual (accual basis) dalam penyusunan laporan keuangan. dasar akrual disepakati sebagai dasar penyusuan laporan keuangan karena dasar akrual memang lebih rasional dan adil dibandingkan dengan dasar kas (cash basis).
Salah satu cara yang dapat ditempuh manajer adalah melakukan manajemen laba dengan rekayasa akrual. Tujuan manajemen laba untuk mengurangi fluktuasi laba perusahaan, dan diharapkan kinerja perusahaan akan terlihat lebih bagus dan investor akan lebih mudah memprediksi laba masa depan, sehingga kesejahteraan perusahaan atau manajemen akan meningkat. Manajemen laba dapat dilakukan dengan cara meningkatkan angka-angka akrual untuk menjadikan laba menjadi rendah atau tinggi.
Referensi:
Astuti, Dewi Saptantinah Puji, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Manajemen Laba di seputar Right Issue. Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Rusli, Iskandar (2009), Pengaruh Aset dan Manajemen Inventory  terhadap Manajemen Laba. Bisnis & Birokrasi, Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi. Vol. 16, No. 3, hlm. 160-169, Desember 2009.
Suyudi, Muhammad (2009), Sintesis Teori dalam Akuntansi untuk Manajemen Laba, POLIBIS Jurnal Ekonomidan dan Bisnis, Vol. 7, No. 1, Maret 2009.
 jurnal nya bisa di downlod di sini:

0 comments:

Posting Komentar