Tampilkan postingan dengan label ungkapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ungkapan. Tampilkan semua postingan

Minggu, April 19, 2015

Lelah nikmat yang luar biasa

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin

Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam Mencari Nafkah

Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan Mendidik Anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”

»»  read more

Rabu, April 08, 2015

Aku terus berharap akan kebesaranmu

Saat mata ini mau terpejam
Saat aku melihat suamiku tertidur lelap
Tuhan, aku meminta kepadamu
Berikan kami kepercayaanmu
Tulang-tulang kami sudah mulai rapuh
Tiap kali mendengar tangisan si bayi
Hati ini selalu bergetar
Kapan aku bisa merasakan seperti ibu yang lain
Merasakan mengandung
Mendidiknya sejak dalam kandungan
Aku tak pernah lelah berharap kepadamu

Tuhan
Aku terus meminta kepadamu
Tiap kali mau tidur
Aku selalu terbayang
Bagaimana rasanya?
Ada bayi di tengah-tengah kami
Kami akan selalu menidurkannya dengan kisah-kisah

Tuhan
Aku akan selalu bersyukur kepadamu
Aku selalu bersandar kepadamu
Aku tak kuasa menahan hati ini
Saat suami jatuh
Sampai tulang pun patah
Semakin besar keinginanku berharap kepadamu
Berikan kepada kami ya Allah
Aku mau ayah ibuku
Bibi dan bengkilaku
Menggendong anak kami
Tersenyum bahagia melihat anak kami

»»  read more

Jumat, Desember 19, 2014

Saat Ultahmu maafkan aku sayang





Selamat ulang tahun suamiku yang ke-28, semoga engkau selalu dalam perlindungan Allah dan semakin luas rizkinya serta barokah. Airmata ini terurai bahagia, engkau telah mencintaiku dengan tulus dan menyayangi ku, engkau telah menjadi imam yang penuh dengan panutan, kesabaranmu membuat ku selalu belajar dari mu, rasa syukurmu membuatku terpesona. Tetep sabar ya sayang, kita ambil hikmah dari kisah abu bakar saat rasulullah bertamu kepadannya, ada suatu kaum yang mencela abu bakar, abu bakar pun tak menggubris dan Rasulullah tersenyum kepadanya. Kedua kalinya datang kaum lagi mencela kepada abu bakar, abu bakarpun tak menggubrisnya juga, Rasulullah tetap tersenyum, datang lagi ketiga, kaum tersebut mencela abu bakar lagi, karena penuh emosi akhirnya abu bakar pun marah, seketika itu pun Rasulullah meninggalkannya. Abu bakarpun mengejar Rasulullah dan menanyakan kepadanya kenapa pergi?. Rasulullah pun menjelaskan kesatu dan kedua aku tetep senyum karena aku melihat banyak malaikat yang mendekatimu, tapi saat ketiga saat kamu marah kepada kaum tersebut., para malaikatpun menjauh dan aku pun meninggalkanmu.    
Maafkan aku suamiku karena diusiamu, aku belum juga dikaruniahi anak oleh Allah. Aku selalu berdo’a semoga Allah mengabulkan doa kita di usia mas semoga kita segera dikaruniai keturunan, aku berharap dari kemarin memberikan kado gembira kepadamu tapi Allah belum juga mengasih-Nya. Aku malah sakit, aku pun tak tahu kenapa sakit ini begitu aja timbul, aku enggak kuat menahannya, semoga ini segera hilang sakitnya. Aku tau engkau berusaha untuk mengobati sakitku untuk dibawa ke rumah sakit, tapi apalah dayaku mas setiap ke rumah sakit pasti aku diberi obat, harga obat itu pun mahal, aku ngerasa sakit untuk meminum obat itu, semakin aku terusin untuk meminumnya perutku semakin sakit. Aku meminta maaf sayang, bukannya aku enggak mau sehat, mohon mengertilah aku, karena obat yang masuk dalam tubuhku malah membuat perut ini makin sakit.
Kita tetep bersabar ya sayang, walaupun terkadang ucapan orang lain menyakitimu karena dua tahun kita menikah belum juga ada tanda-tanda kehamilan di diriku. Airmata ini tak kuasa aku menahannya kak, aku juga harus tetep tersenyum ke semua orang kalau banyak yang nanyain anak ke aku, kadang perkataan mereka yang tak sengaja selalu menusuk hatiku. “Ya Allah berikanlah keajaiban kepada kami, hanya kepada-Mu lah kami meminta”
Ini paketan JNE yang aku pesan sudah datang sayang, ini kadoku untukmu, semoga ada manfaatnya untuk kita berdua, aku menunggu engkau pulang dari kerja, walaupun hari ini sesuap nasi tak bisa masuk ke mulutku, aku akan berusaha untuk sehat sayang. Jum’at berkah tak lupa aku berusaha rutin untuk bersedekah ke anak yatim. Aku akan selalu mencintaimu baik suka dan duka. I Love You My husband.

Ditulis di kamar walau terasa pusing aku usahain menulis di ultahmu
Jam 3 sore
Di perum bukit kencana Tembalang
Jum’at, 19 desember 2014

»»  read more

Rabu, Desember 03, 2014

Rasa Kangen Terhadap Anak-Anak

  
 Tak terasa sudah 1 bulan masa cutiku sudah terlewati, tinggal 2 bulan lagi cutiku selesai. Semoga dengan berakhirnya cuti, tesisku sudah selesai alias soal kuliah sudah selesai semua. Dalam nafasku kuselalu berdoa semoga aku segera selesai kuliahku biar tidak stress selalu memikirkannya dan tidak membuat suami selalu memikirkan tentang nasib kuliahku. Ternyata rasanya seperti ini kuliah, kerja dan jadi istri. Aku belum bisa membagi waktu dengan baik soalnya kalau sudah di dunia kerja, sudah capek kalau harus membuka pekerjaan tesis ku, pikiran ku sudah tidak kuat lagi dan tenaga pun sudah habis.
            Dalam bekerja, aku diamanahi menjadi guru di kelas kuttab awwal 2A (anak-anak usia 5-6). pengalaman baru juga menjadi guru soalnya biasanya kalau kerja selalu di dunia keuangan dan selalu di depan laptop. Satu bulan tidak ketemu anak-anak tiba-tiba muncul rasa kangen sama mereka, kira-kira mereka masih ingat ma aku tidak? Apa mereka juga merasakan apa yang aku rasakan? Sekarang Aku cuma hanya bisa melihat foto-foto mereka dan mendoakan mereka. Semoga kita bisa ketemu lagi nak, kalian semoga menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah serta berilmu dan beradab yang baik.
            Banyak orang berfikiran kalau anak-anak tak bisa diajak berdiskusi, itu salah besar. Selama 3 bulan aku bersama mereka, walaupun mereka agak malu-malu tapi mereka selalu berfikir dan selalu membaca keadaan. Betul juga peribahasa jawa kalau guru itu digugu lan ditiru, anak tidak bisa menerima pelajaran dengan baik kalau gurunya juga tidak bisa mencontohkan dengan baik.
            Contoh ini hal yang kecil, kalau di kuttab anak-anak disarankan untuk selalu membawa kudapan dan makan siang karena di kuttab tidak diperkenankan untuk membawa uang, disana juga tidak ada yang jualan. Mengingatkan ke anak kalau syarat jual beli yang sah pertama harus balight dan mereka belum balight. Heemmm……. Aku juga baru belajar agama di kuttab, maklum kuliah tak pernah mendapatkan ajaran agama, kurikulum pendidikan perguruan tinggi ternyata ada pelajaran agama cuma 1 semester selama kita kita menyelesaikan kuliah. Bagimana moral anak bangsa kalau kayak gini, pantesan banyak anak kuliah yang suka menyeleweng seenaknya sendiri tak punya adab karena dididik seperti itu.
            Ngomongin tentang anak-anak ko’ jadi ngaco kesana kemari, soalnya rindu dalam hatiku yang paling dalam. Akan senyum mereka, canda mereka, belajar bersama mereka, belajar menghafal al qur’an, belajar adab, dan banyak sekali yang tidak bisa aku sebutin. 
Aku juga tidak tau apa tiga bulan ini bisa selesai kuliahku, mengingat dosenku sekarang masih sakit, mohon doanya akan kesembuhannya, setelah sembuh baru ada waktu membimbingku dan semoga dosenku tidak selalu pergi ke luar kota maupun ke luar negeri. Semoga ada keajaiban dari Allah.

Ditulis di perum Bukit Kencana Tembalang disaat menunggu suami pulang kerja, hujanpun belum reda diluar, semoga segera reda. I love You Suamiku.
Selasa, 02 Desember 2014
Jam 18.06 WIB (waktunya Shalat Maghrib)
By Anny Riwayati





»»  read more

Selasa, Oktober 28, 2014

Tanggal 28 Oktober 2014, tepat 2 tahun

Alhamdulillah di tanggal 28 Oktober 2014 ini tepat dengan ultah pernikahan kami. Usia pernikahan kami genap 2 tahun. Semoga kami selalu saling menyayangi dan mengasihi.

Selama 5 hari ini, suami ada acara di luar kota. Aku pun di rumah tidak ikut alias di Semarang. Suami setelah kelar kerjaannya, ia juga menyempatkan menjenguk ortu di medan. Disana selama 2 hari, semoga ayah ibu disana selalu sehat, selalu dalam perlindungan Allah.

Malam ini suami pulang dari medan ke semarang. Terima kasih ya Allah, aku bisa bersama suamiku lagi. Rencana aku menjemputnya dengan motorku sampai bandara ahmad yani. Alhamdulillah tepat di usia pernikahan kami, suamiku sudah kembali dan kumpul bersamaku lagi. Terima kasih suamiku, ini kado terindah. Engkau tetep selalu d dekatku.

I love you sayang
Semoga cinta kita selalu dalam perlindungan Allah

»»  read more

Senin, Oktober 27, 2014

Kado dari suamiku

Senengnya hatiku, di ulang tahun ku bulan september 2014 tahun ini dapat keberkahan yang luar biasa. Selama nikahanku hampir 2 tahun, baru ini aku merasakan tidur diatas spring bed.
Senyumku lepas tanpa henti, memanjat syukur kepada Allah. Terima kasih suami ku, kau telah menghadiahkan ini untuk melepas lelah kita. Semoga ini memberi semangat kita untuk beribadah kepada Allah.
I love u suamiku, semoga aku bisa segera menyelesaikan tesis ku, dan seiring waktu semoga kita segera dikaruniai anak. (anak yang bisa mewarisi kita dalam kebaikan, dan berjihad di jalan Allah). Aamiiin......
»»  read more

Suamiku.....

Kekasih hatiku
Pikiran ku melayang-layang
Jiwa pun tak berdaya
Jiwa mu tak disini bersamaku
Walau pun keramaian disekelilingku
Tanpa mu terasa sepi
Tiap pagi terbangun
Nama mu aku sebut
Kusadari jiwamu tak disini
Kicauan burung selalu menyambutku pagi hari
Hitungan sehari terasa bertahun-tahun
Aku pun melihat kalender menghitung kau segera kesini
»»  read more

Jumat, Oktober 17, 2014

Harapanku sebelum kedua kalinya kaki ku melangkah di Medan

Sudah hampir 2 tahun usia pernikahan kami, suka cita kami lalui bersama. Bulan pertama setelah pernikahan, kami tinggal di kos dekat Hotel Grand Candi Semarang. Perjalanan kami setelah satu bulan ngekos kami memutuskan untuk ngontrak di Perumahan Kauman Mranggen, kemudian di tahun kedua kami ngontrak di Perumahan Bukit Kencana Tembalang.  
Aku sangat terkejut saat suami mengutarakan kepadaku untuk kita tinggal di medan agar kita bisa lebih dekat merawat orang tua. Kaki ku sangat berat, hatiku berdetak lebih kencang. Aku selalu yakin dimanapun aku berada aku masih punya Allah yang akan selalu menjagaku. Aku juga bisa merasakan bagaimana rasanya kalau jauh dari orang tua, bibi dan bengkila sudah tua dan berada di medan. Pasti di benak hati mereka yang paling dalam, mereka ingin anaknya dekat dengan mereka. Pasti mereka juga pengen punya cucu dari kami. Kami selalu memanjatkan doa kepada Allah semoga kita segera dikaruniai anak oleh Allah. Allah maha tahu mana yang terbaik buat umatnya. Semoga kami bisa membuat bibi dan bengkila senang.
Kendala kami belum bisa segera ke medan karena kemarin suami belum selesai kuliah s2 nya, Alhamdulillah sekarang sudah selesai. Sekarang aku yang belum selesai kuliah s2, Ya Allah bantu saya untuk menyelesaikan tesis ini semoga bisa segera selesai. Aku memanjatkan do’a untuk-Mu. Beri kami kesehatan semoga kami tidak merepotkan orang lain dan bisa selalu bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Ayah ibu saat tulisan ini aku tulis, aku masih berada di semarang. Dalam hatiku yang paling dalam aku pengen tinggal di semarang dan punya rumah disini. Sebelum aku menginjakkan kaki ku di medan kedua kalinya, aku pengen sudah punya anak dan lahir di jawa dekat dengan ayah ibu ku dan memberikan kabar baik kepada bibi dan bengkila. Jika Engkau kehendaki berkahi kami semoga kami bisa lolos cpns kementrian lingkungan, kami mendaftar untuk ditempatkan di kantor pusat. Andai itu bisa keterima, kami bisa dekat dengan semarang dan medan terutama bisa mengurangi biaya ongkos pulang. Aku bisa berkunjung ke ayah ibu dan bibi bengkila. Teringat ibu pengen sekali bisa diajak ke Jakarta, dan ibu ikhlas kalau aku kerja di Jakarta bersama suami. Ya Allah secara pikiran terkadang pikiran ini tak kuat untuk berfikir harus gimana aku mengambil keputusan, berikan kami jalan yang benar dan baik.
“ Semoga Allah memberikan keberkahan akan ilmu, umur, dan harta kami. Jauhkan kami dari lilitan hutang, dan berikan kami rizki dari segala pintu.     
»»  read more

Senin, Juli 21, 2014

Ternak Burung Puyuh, Aku Bersama Ayah

Teringat akan masa kecilku dulu, ayah selalu mensupport dan menemaniku dalam menjaga binatang peliharaanku, mulai dari ikan, ayam, marmut, dan burung kutilang.

Ayah menternakkan burung puyuh, tiap pagi dan sore ayah telaten memberi makan, minum serta membersihkan kadang.  Ayah juga telaten mengambilin telur tiap pagi dari hasil burung puyuh, biar telurnya enggak dipatuk si burung puyuh nya sendiri. Aku teringat waktu aku mulai memperhatikan ayah memelihara burung puyuh sejak aku masih di bangku sd. Aku pun tertarik untuk membantu ayah sebelum berangkat sekolah jam 7. Terasa ada yang kurang kalau pagi tidak menengok si burung puyuh. Hingga aku sering terlambat nyampai sekolah, guru-guru ku pun sudah hafal akan penjelasanku kenapa aku terlambat karena aku membantu ayah dulu untuk ngasih makan dan minum, serta membersihkan tempat makan dan minumnya dulu untuk si burung puyuh.

Burung-burung puyuh diberikan kandang tersendiri dan ditaruh di satu rumah di belakang rumah yang aku tempati, penyekat rumah kami ada halaman yang cukup lebar. Rumah kami pun ramai dengan kicauan burung puyuh tiap hari. Aku sampai hafal kicauan burung puyuh yang pertanda sudah lapar dan haus. Kami sekeluarga juga sering makan telur burung puyuh dan dagingnya, sangat lezat rasanya.

Hasil - hasil telur puyuh sebagian dimanfaatkan ayah untuk diternakkan kembali dan sebagian dijual di pasar. Aku pun senang membantu ayah untuk mengambilin telur di kandang burung puyuh ke tempat untuk diternakkan. Sebuah tempat yang berbentuk balok tidak terlalu besar, kira2 panjangnya bisa mencapai 1 meter dan tingginya setengah meter. Didalamnya banyak bolamp yang nyalanya bergantian sekitar ada 10 bolamp, biar di dalam tempat itu teratur suhu panasnya. Telur pun didiamkan sampai menetas didalamnya.
Aku lupa sampai menunggu berapa hari lamanya telur itu menetas. Tiap bangun tidur aku tak lupa untuk menjunguk si telur - telur tersebut, untuk bisa melihat langsung menetasnya telur-telur tersebut menjadi burung puyuh yang imut-imut. ku ingat burung- burung puyuh yang baru menetas sangat lemah sekali. Sampai aku pengen banget memegangnya, tapi ayah melarangku biar burung puyuhnya kuat dulu baru bisa dipindah ke kandang.

Tak lupa juga akan telur yang dijual di pasar. Ayah sering mengajakku ke pasar untuk menjual burung puyuh. Hingga akhirnya ayah mempunyai bakul tetap untuk membeli telur puyuh. Bakul pasar tersebut sering ke rumahku untuk membeli telur puyuh, terkadang ayah pun mengantarkan telur tersebut ke rumah si bakul. Sebelum sampai ke bakul ayah selalu mengepakkin di kardus terlebih dahulu dengan membuat sendiri desain penyekat didalamnya agar muat banyak telurnya dan tidak cepet pecah. Aku pun jadi makin asyik membantu ayah.

Dengan berjalannya waktu banyak orang yang datang ke rumah baik untuk membeli telur puyuh maupun burung puyuh yang masih hidup ataupun yang sudah disembelih. Orderan semakin rame di rumah. Ayah pun semakin memperbanyak ternaknya dengan menambah banyak kandang.

Desain kandang pun di desain dan dibuat sendiri oleh ayah dari kombinasi kawat dan kayu. 1 kandang bisa mencapai 5 tingkat. Tergantung untuk tempat burung puyuh nya, ada yang 1 kandang untuk yang barusan menetas cuma 1 tingkat karena mereka tak kuat bising yang terlalu rame.

Jenis kelamin burung puyuh selalu dibedain ma ayah, terkadang mereka ada yang 1 kandang campur antara jantan dan betina dengan jumlah komposisi yang sama. Ada juga yang jantan semua dan betina semua. Biasanya yang dijual di pasar adalah buruh puyuh yang jantan. Aku pun mulai belajar membedain mana yang jantan dan mana yang betina. Ayah juga mengajari aku untuk cara menyembelih buruh puyuh, pertama-pertama aku sangat takut tapi lama-lama terbiasa juga. Rasanya geli dipatuk burung puyuh, aku pun juga sering kena cakar burung puyuh. Kadang berdarah juga kalau kukunya panjang-panjang.

Saat kakak pertama ku menikah ayah memutuskan untuk memberhentikan ternak burung puyuh ini. Aku sangat sedih mendengar itu semua, tapi apa boleh buat ayah sudah punya alasan tersendiri kenapa dihentikan.

Semoga saat hidup bersama suami, kami bisa memelihara binatang peliharaan. Binatang juga makhluk Allah jangan pernah kita mendholimi mereka, rawatlah dengan penuh kasih sayang.

Semoga kita bisa memiliki rumah yang luas, di dalamnya penuh dengan kasih sayang

»»  read more

Kamis, Juni 19, 2014

Bismillah Awal Memulai Segalanya

Mimpi adalah kunci untuk menaklukan dunia, lirik sedikit dari lagu yang berjudul “laskar pelangi” inilah yang selalu membuat aku semangat. Rintangan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan tugas sehingga membuat aku selalu berfikir keras “bagaimana cara kita memanage waktu?”. Prinsip aku: “aku tidak mau hidup ini cuma untuk duniawi aja, hingga kita akan menyesal di kemudian hari, aku mau hidup ini untuk akhirat juga”. Pernah saat masih di jalan, aku melihat dan sempat membaca spanduk yang berisikan”segera booking rumah untuk di surga”. Aku pun langsung bertanya pada suami apa kita bisa booking rumah untuk surga, suami menjelaskan : kalau kita membangun masjid di dunia, Insyaallah di akhirat kelak sudah dibuatkan rumah oleh Allah buat kita. Terus aku pun bergumam dalam hati, kapan kita bisa bangun masjid?.
            Teringat akan Kuttab Al-Fatih, tempat saya bekerja. Syarat untuk membangun kuttab harus ada masjid dulu. Begitu mulia masjid rumah Allah. Sampai Allah mengabadikan firman-Nya bahwa Masjid adalah tempat yang dicintai Allah dan pasar adalah tempat yang dibenci Allah. Semoga masjid-masjid yang ada di Indonesia bisa mensejahterakan semua orang yang berada di sekitarnya, keurus dengan baik. Sehingga tidak ada masjid yang terlihat kumuh dan kotor. Masjid selalu ramai diisi oleh orang-orang sholeh yang selalu mendekat pada Allah. Selalu dilafalkan ayat-ayat Allah.
            Begitu padat hidup ini, Ya Allah Kabulkan do’aku semoga aku bisa menyelesaikan hafalan Qur’an ku di usiaku 27 tahun. Aku mau umur dan hartaku berkah, semua berjalan di jalan-Mu. Selalu dalam keridhoan-Mu. Aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan, aku tahu hanya Engkau yang paling bisa untuk membolak-balikkkan hati manusia dan Engkau yang paling tahu usia manusia di bumi. Kado yang ingin aku berikan buat suami dan ayah bundaku : Hafalan Qur’an ku. Sejak aku masuk Kuttab, hati ku selalu bergetar pengen air mata ini terjatuh melihat anak-naka kecil yang berusaha menghafalkan ayat-ayat Allah, mereka datang ke Kuttab selalu membawa bekal hafalannya untuk di setorkan ke ustadznya. Wajah anak-anak kecil itu tanpa dosa. Mereka selalu semangat, aku selalu ingin berusaha menghafal seperti mereka, mudahkan niatku ya Allah. Kenapa terkadang niat baik ini terasa berat, saat banyak target yang harus diselesaikan hari-hari ini, pecan-pekan ini, bulan-bulan ini, terutama untuk merampungkan tesis ku, sebelum membuat tesis aku harus banyak baca dulu selain itu aku harus belajar bahasa inggris untuk meraih skor toefl minimal 450. Selain itu aku juga harus belajar lagi sebelum mengajar di kuttab, aku harus banyak baca buku, kegamaanku tentang islam. Bagaimana Islam mengajarin kita? Keimanan kita kepada Allah landasan kita selalu yakin untuk menjalankan amanat di bumi ini.
        Bismillah………………
»»  read more

Minggu, Juni 08, 2014

Malam Mulai Larut, Selarut Hati Ku

Malam pun mulai larut, aku masih asyik di depan komputer untuk menyelesaikan laporan keuangan. jenuh pun mulai menyerang, aku mulai buka fb, sama instagram. Melihat foto-foto yang ada instragram membikin hati ini damai tanpa ada beban. Melihat eksen anak-anak, suami, ayah, ibu, bibi, bengkila. Alhamdulillah………
Aku pun mulai search google terus ketemulah puisi karya Asma Nadia yang merupakan salah satu penulis yang dari komunitas FLP, inilah komunitas yang sampai sekarang masih digeluti oleh suami di forum lingkar pena. Aku pun sering diajak suami ke komunitas tersebut. 
Cuplikan sedikit puisi karya Asma Nadia,

Karenamu Aku Cemburu:
Curahan Hati Seorang Istri
Ah, ternyata begitu banyak wajah cemburu...
Ada yang ringan meski mengusik dan tidak bisa dinafikkan...
Ada yang menyedihkan dan dalam...
Ada yang sulit dipercaya dan tidak terpikir di benak saya sebelumnya... ragam obyek cemburu

Beruntunglah jika rasa cemburu hanya melintas sesaat, sebelum dengan cepat diterbangkan angin...
Tapi, bagaimana jika perempuan harus menggenggam rasa cemburu itu selama bertahun-tahun? berpuluh tahun?
bahkan hingga senja usia?
Sanggupkah?

======================================
Maafkan
JIka senyumku tersembunyi
Di balik air mata
Dan kata-kata mesra
menjadi tanpa daya
Karena terperangkap
dalam prasangka

Tapi Tuhan tahu
Cinta yang kupunya
Lebih berwarna
Dari yang kau kira...
 

»»  read more

Jumat, April 04, 2014

perjalanan malam di kereta

malam yang panjang telah kulalui di kereta tuk menuju ke depok dalam pelatihan guru kuttab selama 10 hari. dalam perjalanan ini saya juga tidak ditemani suami lagi, seperti 10 hari yang lalu saat kesini. padahal dalam hati sangat berharap suami bisa menemani disini. tapi tak apalah soalnya suami sudah punya urusan yang tidak bisa ditinggal. alhamdulillah saya berangkat bersama 4 rekan guru.
waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, mata ini pun belum bisa terpejam, padahal teman-teman sudah pada tidur, sempat dalan pikiranku terbayang oleh suamiku, gimana dia disana, sudah makankah?, tidur nyenyak kah disana?
apalagi sebelum berangkat ke depok, kami sempat berantem kecil, padahal aku tidak menginginkan ini, aku pengen damai selalu, kadang ada yang bikin aku sebel ma dia, terkadang dia seolah-olah lebih memperhatikan orang lain daripada istrinya sendiri........ walaupun aku marah ma dia, aku terus berpikir apa ini yang dinamakan pemimpin, pemimpin selalu memikirkan anak buahnya terkadang tanpa dia sadarin menomer duakan keluarga. pikiran ku pun terus berputar, kalau aku enggak support suami, apa yang akan terjadi ma suami ku, aku harus dan selalu menemani dia baik suka dan duka.

apakah aku ini termasuk manja? selalu aku menilai diriku, airmata pun terjatuh dalam sujudku seraya berdo`a kepada Allah semoga aku selalu dalam bimbingan-Mu. semoga aku bisa menjadi istri yang solehah, menjadi istri di dunia dan di akhirat buat suamiku, aku mencintai karena Allah, semoga kami segera mendapatkan keturunan yang soleh dan solehah.


semoga dalam 10 hari ke depan kami bisa menuntut ilmu dengan baik. amiin
»»  read more

Kamis, April 03, 2014

10 hari terasa amat panjang

Inilah rasanya kerja bersama suami di tempat yang sama, walaupun kami sering bertemu, tapi saya merasa disana sebatas atasan dan sekretaris, sampai-sampai terkadang aku tak sadar itu suamiku sendiri sehingga setelah pulang kerja aku selalu kangen terus ma suamiku, pengen selalu memanjakan diri di pangkuan suami. Rasanya berat banget hati ini untuk meninggalkan suami sendiri di rumah, saya harus berangkat ke pelatihan kedua di depok selama 10 hari. Suami sudah mengijinkan untuk berangkat kesana sebenarnya suami mau menemani tapi sayang ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Aku selalu berdo’a kepada Allah : “untuk selalu menjaga suamiku dimana dia berada, selalu bantu dia untuk menyelesaikan masalah yang harus dipecahkannya”.
Hari ini aku mulai membersihkan rumah, dari nyuci, nyetrika, dan tugas laporan keuangan sebelum tugas aku serahkan ke suami, 10 hari terasa 10 tahun. Beda ternyata ditinggal suami selama 10 hari dengan saya meningalkan suami selama 10 hari, semoga hari-hari ke depannya, aku selalu bisa bersama suamiku, dimanapun suami ku berada, aku masih bisa tetep menemaninya. Kaki ku terasa berat melangkah, tapi support suami yang bikin aku tetap maju. Jaga kesehatan suamiku dan saya ya Allah.
Semoga perpisahan sementara 10 hari ini suami bisa segera menyelesaikan tesisnya, dan sepulang dari pelatihan saya juga bisa segera menyelesaikan tesis ku, aku harus tetep semangat dan support suami dan diriku sendiri, walaupun kadang pikiran dan badan ini terasa lelah, aku tetap yakin sama Allah, semua ini tidak akan terasa kalau untuk kebaikan, Allah tetep selalu bersamaku. Amiiin……….
Ya Allah aku berdo’a untuk pembimbing tesis ku dan suamiku semoga selalu dalam keadaan sehat, saat kami mau bimbingan semoga mereka selalu mempunyai waktu….. Semoga semester ini kami bisa “LULUS”. Bimbing kami Ya Allah.
»»  read more

Senin, Desember 16, 2013

Tanggal 12-16 Desember 2013

            Suami menghadiri Seminar Nasional di Riau dan mampir ke Medan tuk ketemu bibi dan bengkila tercinta. Limpahkan Rahmat dan Kasih Sayang-Mu ya Allah untuk kami.
            Galau malam ini, tak ada yang menemani disini. Aku hanya bisa bercerita pada Sang Maha Pencipta. Aku yakin Allah akan selalu mendengarkan ku dan mengabulkan permintaanku. Salam rinduku untuk suamiku yang masih di medan sana. Insyaallah dengan ijin Allah, besok kita akan berkumpul lagi disini.  
»»  read more

Jumat, Agustus 23, 2013

Renungan " Do'a istri solehah"

Ampunilah dosaku yg telah aku perbuat,
Limpahkanlah aku dengan kesabaran yg tiada terbatas,
Berikanlah aku kekuatan mental,
Karuniakanlah aku dengan sifat keridha'an,
Peliharalah lidahku dari kata-kata nista,
Kuatkanlah semangatku menempuhi segala ujian darimu,
Berikanlah aku sifat kasih sesama insan..

Ya Allah..
Sekiranya suamiku ini adalah pilihan Mu di Arash,
berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya..
Sekiranya suamiku ini adalah suami yg akan membimbing tanganku dititianMu,
karuniakanlah aku sifat kasih dan ridho atas segala perbuatannya..
Sekiranya suamiku ini adalah bidadara untuk di JannahMu,
limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawa’dhu akan segala perintahnya..
Sekiranya suamiku ini adalah yg terbaik untukku di DuniaMu,
peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya..
Sekiranya suamiku ini jodoh yg dirahmati olehMu,
berikanlah aku kesabaran untuk menghadapi segala sesuatu karenanya..

Tetapi Ya Allah..
Sekiranya suamiku ini ditakdirkan bukan untuk diriku seorang,
Tunjukanlah aku jalan yg tebaik untuk aku harungi segala dugaanMu..
Sekiranya suamiku tergoda dengan keindahan DuniaMu,
Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya..
Sekiranya suamiku tunduk terhadap nafsu yg melalaikan,
Karuniakanlah aku kekuatan Mu untuk aku membetulkan keadaannya..
Sekiranya suamiku mencintai kesesatan,
Pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari keterlenaanya..

Ya Allah..
Kau maha mengetahui apa yg terbaik untukku,
Kau juga yg maha mengampuni segala kehilafanku,
Sekiranya aku tersilap membuat keputusan,bimbinglah aku ke jalan yg kau ridhoi,
Sekiranya aku lalai dalam tanggung jawabku sebagai istri,hukumlah aku diDunia tapi bukan di AkhiratMu..
Sekiranya aku ingkar dan durhaka,berikanlah aku petunjuk kearah RahmatMu..

Ya Allah..
Sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukmu,
Aku buta tanpa bimbinganMu,
Aku cacat tanpa hidayahMu,
Aku hina tanpa rahmatMu..

Ya Allah..
Kuatkan hati dan semangatku,tabahkan aku menghadapi segala cobaanMu..
Jadikanlan aku istri yg disenangi suami,
Bukakanlah hatiku untuk menghayati AgamaMu,
Bimbinglah aku menjadi istri solehah,hanya padaMu..

Ya Allah..
Ku mohon segala harapan..
Karena aku pasrah dengan dugaanMu,
Karena aku sadar hinanya aku,
Karena aku insan lemah yg kerap keliru,
Karena aku lupa dengan keindahan DuniaMu,
Karena kurang sabarku menghadapi cobaanMu,
Karena pendek akalku mengharungi ujianMu,

Ya Allah.. Ya tuhanku..
Aku hanya ingin menjadi istri yg dirahmati
Istri yg dikasihi
Istri yg solehah
Istri yg senantiasa dihati suamiku,, aminn

Sumber: http://ibuhamil.com/diskusi-umum/18019-renungan-doa-istri-solehah-baca-dulu-yuk-bun.html#ixzz2ckVATd7Y
»»  read more

Rabu, Juli 17, 2013

Melihat Kesederhanaan Fatimah, Istri Khalifah Umar

Melihat Kesederhanaan Fatimah, Istri Khalifah Umar

            Sekarang sudah memasuki puasa bulan ke-8. Puasa tahun kemarin saya masih bersama ayah, ibu, dan kedua adik ku. Tahun ini alhamdulllah sudah bersama suami. Kami menikah tanggal 28 oktober 2012. Hari-hari kami lalui bersama. Perubahan status ku sekarang, aku menjadi seorang istri dari laki-laki yang diciptakan oleh Allah untukku. Di bulan ramadhan ini hamba berdo’a. “ ya Allah jadikan hamba istri yang solehah, berikanlah kesehatan dan karunia-Mu untuk suamiku, mudahkan urusan suamiku, dimana pun dia berada jaga dia ya Allah, berkahi rumah tangga kami, damaikan rumah tangga kami, lapangkan rezeki kami, berikan kami anak-anak yang bisa menghiasi rumah tangga kami, anak-anak yang sholeh-sholehah, dan yang diridhoi-Mu. Sayangilah ayah, ibu, bibi, dan bengkila serta saudara-saudara kami. Semoga kami selalu dalam perlindungan-Mu dan jadikan kami sebagai calon penghuni surga- Mu”.
            Tak terasa Hampir 9 bulan usia pernikahan kami berjalan.aku harus instrupeksi diri, bagaimana selama ini aku menjalankan profesi aku sebagai istri. “suamiku maafkan semua kekhilafanku, saat aku emosi, saat aku berdebat denganmu, saat aku banyak enggak tunduk dengan mu, sikap aku yang masih banyak manja denganmu, saat aku begitu cemburuan, saat aku belum bisa membantu banyak, keterbatasan ilmu ku. dari lubuk hati ku, aku sangat menyayangimu dan mencintaaimu karena Allah, semoga Allah menciptakan engkau sebagai suamiku di dunia dan di akhirat”.
            Saat aku membaca tulisan, ada kisah yang membuatku gemetar di hati, “seorang istri yang diridhai Allah”. Aku cuplik kisah tersebut”
Dengan suara lirih Umar bin Abdul Aziz berkata dengan lembut dan penuh kasih-sayang kepada sang isteri tercinta,
“Fatimah, isteriku…! Bukankah engkau telah tahu apa yang menimpaku? Beban yang teramat dipikulkan kepundakku, menjadi nakhoda bahtera yang dipenuhi, ditumpangi oleh umat Muhammad SAW. Tugas ini benar-benar menyita waktuku hingga hakku  terhadapmu akan terabaikan. Aku khawatir kelak engkau akan meninggalkanku apabila aku akan menjalani hidupku yang baru, padahal aku tidak ingin berpisah denganmu hingga ajal menjemputku.”
“Lalu, apa yang akan engkau lakukan sekarang?” tanya Fatimah.
“Fatimah…! Engkau tahu bukan, bahwa semua harta, fasilitas yang ada ditangan kita berasal dari umat Islam, aku ingin mengembalikan harta tersebut ke baitul mal, tanpa tersisa sedikitpun kecuali sebidang tanah yang kubeli dari hasil gajiku sebagai pegawai, disebidang tanah itu kelak akan kita bangun tempat berteduh kita dan aku hidup dari sebidang tanah tersebut. Maka jika engkau tidak sanggup dan tidak sabar terhadap rencana perjalanan hidupku yang akan penuh kekurangan dan penderitaan maka berterus-teranglah, dan sebaiknya engkau kembali ke orang tuamu!” jawab Umar bin Abdul Aziz.
Fatimah kembali bertanya,”Ya suamiku…apa yang sebenarnya membuat engkau berubah sedemikian rupa?”
“Aku memiliki jiwa yang tidak pernah puas, setiap yang kuinginkan selalu dapat kucapai, tetapi aku menginginkan sesuatu yang lebih baik lagi yang tidak ternilai dengan apapun juga yakni surga, surga adalah impian terakhirku,” jawab Umar bin Abdul Aziz lagi.
Aneh. Fatimah yang notabene merupakan wanita yang terbiasa hidup mewah, dengan fasilitas yang disediakan dan pelayanan yang super maksimal, tidak kecewa mendengar keputusan suaminya ia. Ia tidak menunjukan kekesalan dan keputus asaan. Justeru dengan suara yang tegar, mantap ia menegaskan, “Suamiku…! Lakukanlah yang menjadi keinginanmu dan aku akan setia disisimu baik dikala susah atau senang hinga maut memisahkan kita.”

Betapa mulia hati Fatimah, seorang istri yang bisa membuat suaminya menjadi nyaman. Ya allah tuntun hamba semoga hamba bisa meniru akhlak Fatimah.  
»»  read more

Rabu, Juli 03, 2013

Anganan yang melayang


Hari ini rasanya beda banget dengan hari-hari lainnya. Tadi malam aku susah tidur. Melihat suami yang sudah tertidur pules, aku pun coba untuk memejamkan mata, tapi enggak bisa juga. akhirnya aku coba membuka laptop aku untuk melihat beberapa referensi tentang tesis. Jujur aku masih kepikiran terus nih mau meneliti apa? Belum ada gambaran. Kuliah s2 di adminitrasi public, s1 di akuntansi, aku enggak bisa membedain gambaran aku penelitian s2 ini mau apa. Kalau dulu waktu s1 aku ambil tema tentang kuliatas laba di perusahaan manufaktur. Kalau s2 ni harus di organisasi public, kalau aku kejebak neliti di keuangannya berarti aku enggak memenuhi kualifikasi tesis administrasi public. Padahal kuliah dah 2 semester tapi belum nalar juga ma kuliah ini.
Ini buat pembelajaran dech, ternyata walaupun banyak orang yang kuliah di beda fakultas antara s1 dan s2, tapi ketajaman dalam menangkap kuliah beda-beda, ada yang cepet masuk ada yang donk2 contohnya aku ini lah!. Pusing……………… padahal baru kali ini murni dapat beasiswa pendidikan, seumur-umur aku belum pernah ngajuin beasiswa. Ternyata kuliah dapat beasiswa sama biaya sendiri ada bedanya. Kalau saat kita bayar sendiri, ada tekad bagaimana kita bisa lulus biar enggak kena bayar lagi semester (rasa was-was enggak ada banyak dablek nya), tapi kalau dapat beasiswa ada rasa takutnya, saat maju melangkah takut gagal kalau udah waktu target yang ditetapkan untuk selesai.  Berat banget banget pokoknya kalau kita tidak mengusai di bidang kita belajar, harus mulai dari nol. Kaya’ pertamina aja jadinya, he………………..
Dalam benakku, aku pengen lanjut lagi belajar tentang akuntansi, saat aku punya usaha gede aku jadi bisa merancang sistem keuangan di usaha aku ini.  Memperluas usaha di semua penjuru, dan bisa berbagi dengan sesama manusia. Aku yakin akan terkabul akan bantuan Allah. Semua pasti ada jalan. Ya allah berikan aku putra putri yang soleh-solehah, semua adalah titipan Allah, kapan Allah akan memberi dan mengambilnya kita harus siap, aku berharap diberikan yang terbaik oleh Allah. Makasih Allah engkau telah memberikan saya kenikmatan yang luar biasa, keluarga yang penuh kasih sayang dan kesehatan. Semua yang Engkau berikan enggak bisa terhitung,   
»»  read more

Kamis, Juni 20, 2013

Senyum "Bibi n Bengkila"


            









Kangen banget ma bibi dan bengkila (panggilan aku ke mertua ku). Dah beberapa bulan dah enggak ketemu. Teringat saat bibi dan bengkila menemani aku di kontrakan saat suami ku lagi ke Thailand (-+ 5 hari). selain ditemani bibi dan bengkila, adikku juga mau menemani ku. Sayang waktu itu aku masih kerja, jadi Cuma ketemu bentar di rumah Cuma malam aja kita ketemu. Karena pulang kerja sampai rumah pasti udah maghrib.
            Sungguh bahagia yang enggak bisa aku utarakan, bibi dan bengkila selalu menyambut ku di rumah. bahkan kadang mereka dah memasak makanan buat ku. Kalau belum masak, mereka sudah belanja sayuran untuk kita makan bersama-sama. Kemudian saya masak, terus kita makan bersama-sama, tak lupa menu malam selalu aku buatkan teh susu.
            Pernah suatu hari, sampai jam 8 malam aku belum nyampai rumah, bibi sama bengkila panik nyariin aku. Mereka dah call beberapa kali ke hape tapi aku enggak denger. Subhanaallah bengkila dah jalan di ujung perumahan. Betapa sayang mereka kepada ku. Ketika aku nyampai rumah, bibi langsung tersenyum dan memeluk ku. Mereka juga nungguin aku tuk makan.  
            Jujur dulu aku agak takut pertama lihat bibi dan bengkila, ngomong pun masih agak gugup. Kini aku ngerasa mereka seperti orang tuaku sendiri. Kasih sayang mereka yang membuatku nyaman di samping mereka. Pengen bibi dan bengkila bisa menemani aku lagi disini, kangen ma senyum dan canda mereka. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari bibi dan bengkila. Di usia nya yang sudah tua mereka selalu saling memberikan kasih sayang. Bibi selalu pesan untuk kami untuk tidak berantem, jaga hubungun penuh kasih sayang  Aku selalu berdo’a dimanapun bibi dan bengkila berada selalu dalam perlindungan Allah. Semoga do’a aku terkabul, aku ma suami bisa berangkat umrah bersama  bibi dan bengkila. Mereka di kasih kesehatan oleh Allah. Pengen bisa berangkat Haji bersama-sama.   
            Ayah, Ibu, Bibi, Bengkila, aku sayang kalian semua. 
»»  read more

Kamis, Mei 30, 2013

Tak Selamanya Lalat Merugikan


Habis Shalat duhur dan selesai baca al qur’an, aku pun langsung ambil kolak kacang ijo yang aku buat tadi. Heem……….. rasanya agak asin nih! Lihat jam udah jam 2 lebih suami belum datang juga, mungkin pulang agak sorean hari ini. Kira-kira suami entar ngomong apa ya makan kolak rasanya asin……. Hahaha. Tapi enak ko’…. Coba aja kesini. Enggak tahan rasanya, entar langsung pengen nyobain lagi.

Sambil nunggu suami pulang, aku pun langsung nyetel TV, dan aku gonta ganti chanel coz enggak ada yang bagus. Nyampe di Trans 7 ada program “Dunia Binatang”, lagi di sorot binatang lalat, hidupnya di kerumuan yang jorok alias di tempat sampah yang tertumbun. Tapi ternyata lalat ada manfaatnya.  anak-anak lalat yang masih berbentuk larva ternyata bisa di manfaatkan untuk makan ikan, caranya ditumbuk kemudian kalau udah agak halus di tambah tanah dikit langsung taburkan di kolam ikan. Larva ini mengandung Protein yang tinggi. Wah kalau kita ternak ikan bisa gemesin nih pertumbuhan dan perkembangan ikannya.     
  
»»  read more

Minggu, Mei 19, 2013

Catatan Anny Tanggal 18 Mei 2013

Yach ini hari sabtu saatnya aku kuliah, nunggu sms dari ketua kelas enggak dapat juga, jadi enggak tau hari ini masuk jam berapa? Tapi karena malam dapat sms partner tugas kelompok disuruh datang jam 10 ya, jadi agendanya datang ke kampus jam 10. Bangun tidur laper, pengen maem, tapi adik malah sibuk nyuci setelah itu sibuk enggak jelas ngapain, jadinya aku mogok enggak mau mandi juga, maklum nginep di kosnya adik, jadi adik donk yang nyediain maem coz aku enggak tau beli maem dimana?
Karena belum beli sarapan juga, aku makin cerewetin adik tuk beli sarapan dan nitip ngeprintkan tugas. Akhirnyna dia mau keluar jam setengah 8 dari kos dan pinjam motor merah ku. Aku pun bilang mau mandi wes. Hehehe…………… saat dia keluar cari maem, aku malah asyik ria internetan dan lupa untuk mandi. Asyik lihat fb suami yang lagi up date foto di Bogor. Jadi ngiri tu fotonya coz ke kolam renang enggak ngajak-ngajak padahal kita terakhir kali ke kolam renang bersama keluarga saaat nganter wisuda mbak elly (kakak pertamaku).
Adik tiba-tiba datang dan bilang “ho………….. malah asyik nonton suami nya aja, enggak mandi-mandi”. Karena enggak mau kalah aku jawab: “habis laper sih enggak dibeliin maem dari tadi, ntar bobok di kamar mandi gimana donk gara-gara laper?”. He…………. Adik jadi diem enggak cerewet lagi. Padahal aku masih kangen ma suami.
Kami pun langsung sarapan, biar tambah akrab jadi makan satu piring untuk berdua. Kami menikamatin sarapan pagi ini dengan penuh bersyukur kepada Allah coz Alhamdulillah sampai detik ini masih diberi kesehatan dan masih bisa bersama-sama. Selesai sarapan, adik cerewet lagi tuh nyuruh aku tuk mandi coz temen se kos dia pada teriak katannya kamar mandinya mau dikuras, wah adik nyuruh aku tuk segera mandi sebelum airnya dikuras. Aku pun segera siap-siap tuk mandi.
Setelah selesai mandi, adik pun juga langsung segera mandi. Sekalian nunggu adik mandi, aku beres-beres barangku yang mau tak bawa pulang ke rumah coz rencana setelah pulang dari kuliah mau langsung pulang ke rumah (Mranggen). Ngomel-ngomel wae ni si adik katanya;       “mbak anny lama siap-siap nya enggak selesai-selesai bikin aku emosi coz aku mau belajar kelompok ma temen” . aku pun bilang: “kalau aku dah selesai, malah kamu tu yang lama”
Aku ke kampus dengan diboncengkan adik, sebelum nyampe kampus, kami ngantri di pom bensin, duch baru lihat antri panjang gini. Antri sampai 10 motor lewat. Akhirnya nyampe giliran juga. setelah selesai ngisi bensin kami pun melanjutkan perjalanan ke kampus.  Nyampe kampus sekitar jam setengah sebelas, heeem nyampe kampus dapat sms enggak jadi ngumpul tuk bahas tugas jadi sebel dech dah berangkat pagi enggak jadi. Tadinya mau ngikut pulang bareng adik tapi karena nanggung, palilng entar kuliah jam setengah 2 akhirnya aku mutusin tuk nunggu di kampus aja.
Masuk kampus tak kirain aku akan sendirian disini ternyata ada temen sekelas yang lebih awal dari aku, ada juga ya ternyata yang masuk pagi banget. Lagi asyik ngerjain tugas. Tapi untunglah aku jadi enggak sendirian di kampus. Kata temen kuliah mulai jam setengah 2 sampai jam 9 malam. Wow lama banget…………….
Kuliah akhirnya selesai juga enggak nyampe jam 9 tapi cuma sampai jam setengah 9 coz satu kelas udah pada ngantuk semua kalau dosen masih tetap ngelanjutin percuma aja enggak ada yang masih konsen lagi. Jadi kuliah dibubarkan. Aku sms adik tuk jemput jam 8 dari kos, ternyata telat nyampe kampus, aku jadi nunggu sekitar seperempat jam di smping gerbang kampus. Baru lihat sekitar kampus sepi malam minggu ni. Sambil menunggu adik, aku sms-an ma suami, rencana mau telpon, eh hp suami katanya lowbatt, padahal kangen banget.
Syukurlah adik nyampe juga ke kampus. Kami pun melakukan perjalanan pulang ke kontrakan rumah di mranggen. Adik ngerasa senang bisa jemput malam kuliahku katanya jadi bisa jalan-jalan malam bersama, melihat suasana malam hari. Mampir-mampr nih ketiga tempat sebelum nyampe rumah, pertama ke ATM, kedua ke toko buku beli kertas HVS, kemudian yang terakhir beli sate kambing. Akhirnya nyam rumah juga sekitar jam setengah 10 malam.
Heemmmmmmmm………. Perumahan disini udah Nampak sepi banget kayak enggak ada penghuni. Alhamdulillah akhirnya nyampe rumah juga. wow rumah Nampak kotor banget Cuma padahal Cuma ditinggal 2 malam di kos adik di sampangan. Saya langsung masak nasi dan bersihin rumah agar enggak begitu kotor. Nguras kamar mandi juga. karena lihat beras udah habis enggak ada persediaan yang buat masak besok jadi saya beli beras disamping rumah.
Kami makan malam jam 10 setelah nasi matang dengan lauk sate kambing yang saya beli tadi. Heemmmm enaknya……….. ditemenin susu teh yang saya bikin. Setelah makan dan saya bersihin . kami pun langsung pergi tidur. Rencananya mau tidur malah kami keasyikkan ngobrol banyak sampai baru bisa tidur jam 1 dech. Pagi ini ada agenda kuliah jam 8 rasanya masih ngantuk banget pengen nambah tidur. He………….      
»»  read more