Senin, Desember 16, 2013

Tanggal 12-16 Desember 2013

            Suami menghadiri Seminar Nasional di Riau dan mampir ke Medan tuk ketemu bibi dan bengkila tercinta. Limpahkan Rahmat dan Kasih Sayang-Mu ya Allah untuk kami.
            Galau malam ini, tak ada yang menemani disini. Aku hanya bisa bercerita pada Sang Maha Pencipta. Aku yakin Allah akan selalu mendengarkan ku dan mengabulkan permintaanku. Salam rinduku untuk suamiku yang masih di medan sana. Insyaallah dengan ijin Allah, besok kita akan berkumpul lagi disini.  
»»  read more

Sabtu, Oktober 26, 2013

Teguran “dilarang meniup makanan dan minuman”


Bermula saat diajak suami untuk berbuka bersama dengan teman-teman. Kebetulan ada teman suami yang ngajak anaknya. Heran nih anak langsung ngantil ma aku. Tak sengaja sang anak meminta bantuan.
“amah bantuin aku untuk makan gorengan ini ko’ panas”
Dengan panggilan “amah”, sang anak memanggil ku.
Spontan aku mengambil gorengan yang panas tersebut dan aku meniupnya agar segera dingin dan bisa segera di makan. Tiba2 dari samping ku ada yang menegur ku untuk tidak meniup makanan. Sang ibu tersebut langsung meminta makanan yang aku pegang, dan menaruh dipiring dan mendinginkan nya dengan cara dibuka2 gorengan tersebut agar terbagi2 menjadi banyak biar cepat dingin.
Sang ibu melanjutkan percakapannya dan mengatakan:
“meniup makanan itu termasuk yang dilarang Rasulullah dan menurut kesehatan juga tidak bagus”.
Dia tak menjelaskan secara detail, sehingga aku terus bertanya2 dalam pikiran, kenapa? Padahal sering aku jumpai banyak orang meniup makanan atau minuman kalau dalam keadaan panas.
Sekilas aku bertanya pada suami, “ kenapa kita tak boleh menuip makanan atau minuman?”
Sang suami menjawab singkat: “itulah salah satu adab kita makan dan minum, begitu detail Rasulullah mencontohkan pada umatnya, makanya kita harus selalu belajar akan adab, selain itu apa yang diajarkan Rasulullah selalu ada manfaatnya”
 Kemudian saya coba browse dalam internet, untuk memahami secara detail:
Jika kita meniup makanan yang masih panas, maka kita akan mengeluarkan gas CO2 dari dalam mulut. menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.
H2O + CO2 => H2CO3
Bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3- sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut: CO2 + H20 HCO3- + H+
Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Sedangkan  Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.
Dimana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.
Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida. Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.
Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian.
Nah itulah alasan mengapa kita tidak diperbolehkan meniup makanan dalam kondisi masih panas, yang ternyata sangat membahayakan jiwa kita. Hal tersebut dalam Islam sendiri jelas sangat dilarang selain kurang etis (kelihatan serakah) juga tidak menunjukan kesabaran kita dalam menghapapi sebuah hidangan.
Nah, terkait makan dan minum juga ada aturannya. Aturannya itu pun untuk kebaikan kita juga. Salah satunya, larangan meniup makanan dan minuman.
1. Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menghembuskan nafas di dalam bejana (ketika minum).” (HR. Muslim no. 227)
2. Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Israil dari Abdul Karim dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang meniup ke dalam makanan dan minuman.” (HR. Ahmad no.2678)
3. Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)
Dan ingatlah juga bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang. Nah, sekarang sudah tau kan hikmah dari hadist tersebut. Ternyata, jauh sebelum para ilmuwan menemukan teori ini, Rasulullah telah melarangnya terlebih dahulu. Meskipun tidak ada penjelasan layaknya ilmuwan jaman sekarang, tetapi apa yang beliau katakan sungguh luar biasa. Subhanallah..
Meski terkadang berat “sabar” merupakan kunci dari sebuah keberhasilan, hal ini jika kita bisa aplikasikan maka kita akan terhindar dari sifat-sifat negatif sehingga imun meningkat dan membuat kita kebal terhadap serangan penyakit. Alhamdulillahh ada yang masih menegurku. Terima kasih………………

»»  read more

Jumat, Agustus 23, 2013

Renungan " Do'a istri solehah"

Ampunilah dosaku yg telah aku perbuat,
Limpahkanlah aku dengan kesabaran yg tiada terbatas,
Berikanlah aku kekuatan mental,
Karuniakanlah aku dengan sifat keridha'an,
Peliharalah lidahku dari kata-kata nista,
Kuatkanlah semangatku menempuhi segala ujian darimu,
Berikanlah aku sifat kasih sesama insan..

Ya Allah..
Sekiranya suamiku ini adalah pilihan Mu di Arash,
berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya..
Sekiranya suamiku ini adalah suami yg akan membimbing tanganku dititianMu,
karuniakanlah aku sifat kasih dan ridho atas segala perbuatannya..
Sekiranya suamiku ini adalah bidadara untuk di JannahMu,
limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawa’dhu akan segala perintahnya..
Sekiranya suamiku ini adalah yg terbaik untukku di DuniaMu,
peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya..
Sekiranya suamiku ini jodoh yg dirahmati olehMu,
berikanlah aku kesabaran untuk menghadapi segala sesuatu karenanya..

Tetapi Ya Allah..
Sekiranya suamiku ini ditakdirkan bukan untuk diriku seorang,
Tunjukanlah aku jalan yg tebaik untuk aku harungi segala dugaanMu..
Sekiranya suamiku tergoda dengan keindahan DuniaMu,
Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya..
Sekiranya suamiku tunduk terhadap nafsu yg melalaikan,
Karuniakanlah aku kekuatan Mu untuk aku membetulkan keadaannya..
Sekiranya suamiku mencintai kesesatan,
Pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari keterlenaanya..

Ya Allah..
Kau maha mengetahui apa yg terbaik untukku,
Kau juga yg maha mengampuni segala kehilafanku,
Sekiranya aku tersilap membuat keputusan,bimbinglah aku ke jalan yg kau ridhoi,
Sekiranya aku lalai dalam tanggung jawabku sebagai istri,hukumlah aku diDunia tapi bukan di AkhiratMu..
Sekiranya aku ingkar dan durhaka,berikanlah aku petunjuk kearah RahmatMu..

Ya Allah..
Sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukmu,
Aku buta tanpa bimbinganMu,
Aku cacat tanpa hidayahMu,
Aku hina tanpa rahmatMu..

Ya Allah..
Kuatkan hati dan semangatku,tabahkan aku menghadapi segala cobaanMu..
Jadikanlan aku istri yg disenangi suami,
Bukakanlah hatiku untuk menghayati AgamaMu,
Bimbinglah aku menjadi istri solehah,hanya padaMu..

Ya Allah..
Ku mohon segala harapan..
Karena aku pasrah dengan dugaanMu,
Karena aku sadar hinanya aku,
Karena aku insan lemah yg kerap keliru,
Karena aku lupa dengan keindahan DuniaMu,
Karena kurang sabarku menghadapi cobaanMu,
Karena pendek akalku mengharungi ujianMu,

Ya Allah.. Ya tuhanku..
Aku hanya ingin menjadi istri yg dirahmati
Istri yg dikasihi
Istri yg solehah
Istri yg senantiasa dihati suamiku,, aminn

Sumber: http://ibuhamil.com/diskusi-umum/18019-renungan-doa-istri-solehah-baca-dulu-yuk-bun.html#ixzz2ckVATd7Y
»»  read more

Rabu, Juli 17, 2013

Melihat Kesederhanaan Fatimah, Istri Khalifah Umar

Melihat Kesederhanaan Fatimah, Istri Khalifah Umar

            Sekarang sudah memasuki puasa bulan ke-8. Puasa tahun kemarin saya masih bersama ayah, ibu, dan kedua adik ku. Tahun ini alhamdulllah sudah bersama suami. Kami menikah tanggal 28 oktober 2012. Hari-hari kami lalui bersama. Perubahan status ku sekarang, aku menjadi seorang istri dari laki-laki yang diciptakan oleh Allah untukku. Di bulan ramadhan ini hamba berdo’a. “ ya Allah jadikan hamba istri yang solehah, berikanlah kesehatan dan karunia-Mu untuk suamiku, mudahkan urusan suamiku, dimana pun dia berada jaga dia ya Allah, berkahi rumah tangga kami, damaikan rumah tangga kami, lapangkan rezeki kami, berikan kami anak-anak yang bisa menghiasi rumah tangga kami, anak-anak yang sholeh-sholehah, dan yang diridhoi-Mu. Sayangilah ayah, ibu, bibi, dan bengkila serta saudara-saudara kami. Semoga kami selalu dalam perlindungan-Mu dan jadikan kami sebagai calon penghuni surga- Mu”.
            Tak terasa Hampir 9 bulan usia pernikahan kami berjalan.aku harus instrupeksi diri, bagaimana selama ini aku menjalankan profesi aku sebagai istri. “suamiku maafkan semua kekhilafanku, saat aku emosi, saat aku berdebat denganmu, saat aku banyak enggak tunduk dengan mu, sikap aku yang masih banyak manja denganmu, saat aku begitu cemburuan, saat aku belum bisa membantu banyak, keterbatasan ilmu ku. dari lubuk hati ku, aku sangat menyayangimu dan mencintaaimu karena Allah, semoga Allah menciptakan engkau sebagai suamiku di dunia dan di akhirat”.
            Saat aku membaca tulisan, ada kisah yang membuatku gemetar di hati, “seorang istri yang diridhai Allah”. Aku cuplik kisah tersebut”
Dengan suara lirih Umar bin Abdul Aziz berkata dengan lembut dan penuh kasih-sayang kepada sang isteri tercinta,
“Fatimah, isteriku…! Bukankah engkau telah tahu apa yang menimpaku? Beban yang teramat dipikulkan kepundakku, menjadi nakhoda bahtera yang dipenuhi, ditumpangi oleh umat Muhammad SAW. Tugas ini benar-benar menyita waktuku hingga hakku  terhadapmu akan terabaikan. Aku khawatir kelak engkau akan meninggalkanku apabila aku akan menjalani hidupku yang baru, padahal aku tidak ingin berpisah denganmu hingga ajal menjemputku.”
“Lalu, apa yang akan engkau lakukan sekarang?” tanya Fatimah.
“Fatimah…! Engkau tahu bukan, bahwa semua harta, fasilitas yang ada ditangan kita berasal dari umat Islam, aku ingin mengembalikan harta tersebut ke baitul mal, tanpa tersisa sedikitpun kecuali sebidang tanah yang kubeli dari hasil gajiku sebagai pegawai, disebidang tanah itu kelak akan kita bangun tempat berteduh kita dan aku hidup dari sebidang tanah tersebut. Maka jika engkau tidak sanggup dan tidak sabar terhadap rencana perjalanan hidupku yang akan penuh kekurangan dan penderitaan maka berterus-teranglah, dan sebaiknya engkau kembali ke orang tuamu!” jawab Umar bin Abdul Aziz.
Fatimah kembali bertanya,”Ya suamiku…apa yang sebenarnya membuat engkau berubah sedemikian rupa?”
“Aku memiliki jiwa yang tidak pernah puas, setiap yang kuinginkan selalu dapat kucapai, tetapi aku menginginkan sesuatu yang lebih baik lagi yang tidak ternilai dengan apapun juga yakni surga, surga adalah impian terakhirku,” jawab Umar bin Abdul Aziz lagi.
Aneh. Fatimah yang notabene merupakan wanita yang terbiasa hidup mewah, dengan fasilitas yang disediakan dan pelayanan yang super maksimal, tidak kecewa mendengar keputusan suaminya ia. Ia tidak menunjukan kekesalan dan keputus asaan. Justeru dengan suara yang tegar, mantap ia menegaskan, “Suamiku…! Lakukanlah yang menjadi keinginanmu dan aku akan setia disisimu baik dikala susah atau senang hinga maut memisahkan kita.”

Betapa mulia hati Fatimah, seorang istri yang bisa membuat suaminya menjadi nyaman. Ya allah tuntun hamba semoga hamba bisa meniru akhlak Fatimah.  
»»  read more

Rabu, Juli 03, 2013

Anganan yang melayang


Hari ini rasanya beda banget dengan hari-hari lainnya. Tadi malam aku susah tidur. Melihat suami yang sudah tertidur pules, aku pun coba untuk memejamkan mata, tapi enggak bisa juga. akhirnya aku coba membuka laptop aku untuk melihat beberapa referensi tentang tesis. Jujur aku masih kepikiran terus nih mau meneliti apa? Belum ada gambaran. Kuliah s2 di adminitrasi public, s1 di akuntansi, aku enggak bisa membedain gambaran aku penelitian s2 ini mau apa. Kalau dulu waktu s1 aku ambil tema tentang kuliatas laba di perusahaan manufaktur. Kalau s2 ni harus di organisasi public, kalau aku kejebak neliti di keuangannya berarti aku enggak memenuhi kualifikasi tesis administrasi public. Padahal kuliah dah 2 semester tapi belum nalar juga ma kuliah ini.
Ini buat pembelajaran dech, ternyata walaupun banyak orang yang kuliah di beda fakultas antara s1 dan s2, tapi ketajaman dalam menangkap kuliah beda-beda, ada yang cepet masuk ada yang donk2 contohnya aku ini lah!. Pusing……………… padahal baru kali ini murni dapat beasiswa pendidikan, seumur-umur aku belum pernah ngajuin beasiswa. Ternyata kuliah dapat beasiswa sama biaya sendiri ada bedanya. Kalau saat kita bayar sendiri, ada tekad bagaimana kita bisa lulus biar enggak kena bayar lagi semester (rasa was-was enggak ada banyak dablek nya), tapi kalau dapat beasiswa ada rasa takutnya, saat maju melangkah takut gagal kalau udah waktu target yang ditetapkan untuk selesai.  Berat banget banget pokoknya kalau kita tidak mengusai di bidang kita belajar, harus mulai dari nol. Kaya’ pertamina aja jadinya, he………………..
Dalam benakku, aku pengen lanjut lagi belajar tentang akuntansi, saat aku punya usaha gede aku jadi bisa merancang sistem keuangan di usaha aku ini.  Memperluas usaha di semua penjuru, dan bisa berbagi dengan sesama manusia. Aku yakin akan terkabul akan bantuan Allah. Semua pasti ada jalan. Ya allah berikan aku putra putri yang soleh-solehah, semua adalah titipan Allah, kapan Allah akan memberi dan mengambilnya kita harus siap, aku berharap diberikan yang terbaik oleh Allah. Makasih Allah engkau telah memberikan saya kenikmatan yang luar biasa, keluarga yang penuh kasih sayang dan kesehatan. Semua yang Engkau berikan enggak bisa terhitung,   
»»  read more