Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 16, 2016

Jenis-jenis Tes TOEFL dan Perbedaannya (PBT, CBT, iBT)

Test of English As a Foreign Language atau TOEFL sudah sangat umum di telinga masyarakat Indonesia, khususnya pada kaum akademisi. Tes ini dilakukan untuk mengukur dan mengetahui kapabilitas dan kecakapan kita dalam berbahasa Inggris. Tes ini diselenggarakan oleh ETS atau Educational Testing Service dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1963. Tes ini juga memiliki peran yang sangat besar dalam peluang karir dan akademik. Sebagai contoh, hasil dari tes TOEFL dapat digunakan untuk melamar pekerjaan pada sebuah instansi dan berfungsi sebagai syarat masuk ke universitas. Tes TOEFL juga bisa digunakan untuk mendapat bantuan dana pendidikan atau beasiswa. Berikut akan dibahas dan disebutkan mengenai tiga jenis tes TOEFL serta perbedaan dari masing-masing tes.

Ada tiga jenis TOEFL yang dilakukan dengan metode yang berbeda pula. Yang pertama ialah PBT-TOEFL atau Paper Based Test TOEFL atau dalam bahasa kita adalah tes TOEFL berbasis kertas. Seperti namanya, tes ini dilakukan di atas kertas dengan tiga sesi ujian yaitu Listening, Structure, dan Reading. Jenis TOEFL ini memiliki rentang nilai atau skor dari 310 hingga 677 sebagai nilai paling maksimum. Tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. Saat ini, PBT-TOEFL sudah tidak diberlakukan lagi di lingkup internasional, kecuali beberapa negara saja. Namun, ada banyak instansi lokal di Indonesia yang masih mau menerima hasil score PBT-TOEFL.

score PBT-TOEFL.

Yang kedua ialah CBT-TOEFL atau Computer Based Test TOEFL atau tes TOEFL berbasis komputer. Tes ini menggunakan perangkat lunak resmi yang diterbitkan oleh ETS sebagai media pengujian. Dengan kata lain, peserta ujian mengerjakan soal-soal ujian TOEFL berbasis komputer. Pada tes jenis ini terdapat empat sesi ujian yaitu Listening, Structure, Reading, dan Writing. Selain itu, tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. CBT-TOEFL memiliki rentang nilai antara nol hingga 330 sebagai nilai paling tinggi.

Terakhir ialah iBT-TOEFL atau internet Based Test TOEFL atau bisa juga disebut tes TOEFL berbasis internet. Jenis tes TOEFL inilah yang sudah berlaku dan diakui secara global. TOEFL jenis ini diperkenalkan dan diberlakukan di dunia internasional pada 2005 silam. Jenis tes TOEFL ini masih dilakukan di komputer, hanya saja kali ini tidak ada dukungan perangkat lunak sebagai media pengujian, namun dilakukan secara online atau dengan kata lain, peserta ujian akan mengerjakan soal-soal tes yang langsung disediakan oleh ETS secara online. Tes terdiri dari empat sesi ujian yaitu Listening, Writing, Reading, dan Speaking dengan nilai maksimum 120, dan berlangsung selama 4 jam. Jenis ujian pun dibagi menjadi dua bagian yaitu Individual Test dan Integrated Test. Jenis tes inilah yang cocok bila anda ingin melanjutkan studi anda di luar negeri karena universitas di luar negeri mensyaratkan skor iBT-TOEFL sebagai salah satu syarat wajib.

Singkatnya, tes TOEFL terbagi menjadi tiga jenis yaitu PBT-TOEFL, CBT-TOEFL, dan iBT-TOEFL. Ketiga-tiganya masih dapat dijumpai karena masih berlaku. Namun, dalam dunia internasional, iBT-TOEFL lah yang disahkan dan diakui secara global. Sangatlah penting untuk mengetahui semua hal itu sebagai tolak ukur kebutuhan dan tujuan anda dalam mengambil tes TOEFL tersebut karena masing-masing jenis tes memiliki nilai dan tingkatan yang berbeda.

»»  read more

Jumat, Juli 11, 2014

Amanat ku di 2014-2015

Kamis, 8 juli 2014 saya mengisi moka di kelas kuttab awwal 2A. Hari ini anak-anak yang dulunya kuttab awwal 1 kini sudah pada naik di kuttab awwal 2. Tahun kemarin aku jadi asisten guru kuttab awwal 1, tahun ini aku yang mengajar mereka. Ini amanat yang sangat besar buat saya, menghantarkan anak-anak untuk naik ke kuttab awwal 3. Menekankan adab mereka dulu sebelum mereka menerima ilmu terutama menggemburkan iman mereka kepada Allah SWT. Guru adalah kurikulum, anak selalu mengikuti apa yang dilakukan guru baik itu di waktu pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Anak-anak selalu memperhatikan guru-gurunya.
Moka hari kedua setelah hari selasa kami melakukan penyambutan anak - anak dengan penyatuan kaum anshor dan kaum muhajirin serta melakukan simulasi perang badar.
Moka kedua ini diisi ikrar setengah jam, muroja`ah setengah jam kemudian masuk kelas. Kelas kuttab awwal 2A di pegang saya. Di kelas, saya menyampaikan adab bertamu dan adab menerima tamu.
Santri di kelas kuttab awwal 2A berjumlah 10 anak, 3 laki-laki dan 7 perempuan. Wajah anak-anak terasa berseri-seri di kelas. Membuat aku jadi gemes dengan anak-anak.
Aku pun mulai menerangkan pertama tentang adab bertamu kemudian yang kedua menerangkan akan adab menerima tamu. Anak - anak usia antara 5 - 6 tahun di kelas kuttab awwal 2A ini.
Sekarang mereka makin dewasa.semoga setahun yang akan berjalan ini semakin baik.
»»  read more

Jumat, Juli 04, 2014

Amalan-Amalan Di Bulan Puasa Sesuai Sunnah Rasul SAW

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan ampunan, ini merupakan bulan suci bagi umat islam karena di bulan ramadhan berbagai hal dapat menjadi pahala, bahkan tidurnya orang yang berpuasa di bulan ramadhan pun menjadi pahala. Jadi jangan sia-siakan bulan suci ramadhan karena belum tentu kita semua dapat melihatnya lagi, umur siapa yang tahu sebab hanya ALLAH SWT yang mengetahui jumlah umur kita semua.
Di bulan suci ramadhan, sebaiknya manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, walaupun tidur merupakan pahala bagi orang yang berpuasa tetapi bukan berarti kita hanya tidur saja. Karena tidur itu perumpamaan terendah, jika tidur mendapatkan pahala bagaimana jika melakukan ibadah sesuai sunnah Rasul SAW, tentu memiliki nilai yang lebih baik kan?.

Perintah puasa di bulan ramadhan tentu berdasarkan Al-Quran yang saya kira sebagian besar orang sudah mengetahuinya, puasa ramadhan hanya untuk orang-orang beriman, bagi yang memang tidak berpuasa maka dia bukanlah orang yang beriman.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]

Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan puasa ramadhan sesuai sunnah rasul saw:

1. Berpuasa (Shiyam)
Amalan yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)
Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

Buat target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.

3. Memberikan makanan untuk berbuka puasa (Ith’amu ath-tha’am)
Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

4. Berdakwah
Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas, karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw bersabda, barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.

5. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)
Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Rasulullah saw pernah merasa khawatir karena takut shalat tarawih dianggap menjadi shalat wajib karena semakin hari semakin banyak yang ikut shalat berjamaah di masjid sehingga beliau akhirnya melaksanakan shalat tarawih sendiri di rumah. Ada yang meriwayatkan beliau melaksanakan shalat tarawih berjamaan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

6. I’tikaf
Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”

7. Lailatul Qadar
Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

8. Umrah
Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah saw. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Perbanyaklah Taubat
Selama bulan Ramadhan, Allah swt telah membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

10. Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

Demikianlah beberapa amalan yang dianjurkan oleh Rasululloh SAW untuk bulan ramadhan, semoga kita semua bisa melakukannya karena ALLAH SWT dan dapat menemukan lailatul qadar di bulan ramadhan ini. AMIIIIINNN….
»»  read more

Senin, Juni 23, 2014

Trial Class Pertama

Hari sabtu, 31 mei 2014 ya hari itu aku pertama kalinya mengajar ke anak-anak di kuttab al fatih semarang. Hari yang sangat mengena dan mengesankan. Aku berkesempatan mengajar di kelas kuttab awwal 2 kalau di lihat usia SD setara kelas satu SD.
Sebelum mengajar saya membuat rancangan kegiatan kuttab (rkk) kemudian dipleno kan ke temen-temen guru yang lain. Kebetulan hari itu ada supporting sistem kurikulum iman dari depok, pusat kuttab.  Alhamdulillah pas pleno banyak masukkan dari guru-guru kalau ada yang kurang dan ada yang perlu ditambahi. Pertama kali pleno ketemu dari pusat dan ada yayasan juga. Sempat gugup juga. Soalnya ini pertama kalinya aku mengajar dan menerangkan ilmu.
Trial class pertama aku membahas akan surat al fajr ayat 1. Menerangkan tentang fajar dan keutamaan fajar. Mungkin pas waktu nerangin agak gugup jadinya banyak yang belum tersampaikan ke anak.
Di akhir class setelah menerangkan tentang ayat 1 surat al fa jr, aku mengadakan kegiatan ke anak-anak membuat burung dari kertas origami.
Pengalaman memgajar pertama, menambah ilmu yang baru aku jadi tau keutamaan fajar, sungguh besar nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.
»»  read more

Minggu, Juni 22, 2014

Pendidikan Ruh Sejak dalam Buaian

Membaca dari liputan Parenting Nabawiyah. Kali ini tentang "Pendidikan Ruh Sejak dalam Buaian"

Ungkap Ustadz Budi Ashari, lc :
“Persiapkan tarbiyah ruhiyah anak sebelum kelahirannya. Jangan sampai,  anak yang sudah besar baru ditarbiyah. Mendidik yang terlambat itu melelahkan. Mungkin hasilnya bisa sama, tapi lebih banyak energi yang dikeluarkan.”

Ahli hadist ini mengutip kitab At Tarbiyah Ar Ruhiyah Fil Mahdi (Pendidikan Ruhiyah Sejak Berada di Buaian-gendongan-). Hal pertama yang harus diperhatikan orang tua dalam pendidikan ruhiyah anak adalah adzan di telinga bayi saat baru lahir. Ini dimaksudkan untuk mengetuk pendengaran manusia berupa kalimat syahadat berupa tauhid. Ketika bayi belum menikmati apapun dari makanan, tapi dikumandangkan adzan, ini menunjukkan pendidikan ruhiyah lebih diutamakan dibanding pendidikan fisik.

“Efek adzan akan sampai dalam hati, meski si bayi belum sadar dan mengetahui. selain itu, bermanfaat untuk membuat lari setan. Karena bayi berpotensi diganggu setan sejak lahir. Karena itu, Islam mensyariatkan adzan untuk menjauhkannya dari gangguan setan. Ini yang pertama kali dilakukan setelah bayi lahir ke dunia” jelasnya.

Alumnus Universitas Madinah ini mengingatkan orang tua dan pendidik agar paham apa saja yang diinginkan setan dalam menyesatkan manusia. Jangan sampai melakukan hal yang biasa dilakukan setan. Nabi SAW sudah memberitahukan perbuatan setan, maka ini penting untuk diperhatikan. Misal, makan dan minum dengan tangan kiri, dekat dan cinta dengan pasar, dan mubadzir.

“Ini seolah sepele, tapi jangan sampai kita lakukan. Jika ingin generasai baik, maka harus mohon perlindungan Allah agar dijauhkan dari setan. Serta dijauhkan dari perbuatan-perbuatan yang disukai setan.” serunya.

Ustadz Budi melanjutkan, hal kedua yang harus diperhatikan adalah doa. Ada anjuran untuk mengucap, “Masya Allah, laa quwwata illa billah” ketika mendapati sesuatu yang menakjubkan. Hal ini penting untuk menghindari ‘ain, mata yang hasad dan dapat merusak.

“Doa perlindungan Nabi Ibrahim untuk anak cucunya yang juga diberikan Nabi Muhammad untuk kedua cucunya adalah: aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kalian berdua dari setan, juga dari hewan yang membunuh, dan dari ‘ain.” ujarnya.

Selanjutnya beliau menjabarkan tentang tahnik untuk bayi yang baru lahir. Tahnik adalah memasukkan kunyahan lembut kurma di langit-langit mulut bayi, dari orang yang sholih. Ini merupakan sunnah yang tidak terdapat perbedaan pendapat para ulama, haditsnya shahih. Tahnik penting dan banyak manfaatnya, salah satunya untuk kekebalan tubuh.

“Inti tahnik adalah mendoakan keberkahan bayi. Sayangnya syariat ini masih jarang dilakukan umat Islam di negeri ini.” ungkapnya.

Pencukuran rambut bayi kemudian menyedekahkan perak seberat rambut tersebut, aqiqoh, dan pemberian nama yang baik merupakan pendidikan ruhiyah selanjutnya bagi anak selama dalam buaian.

Subhanallah....
Banyak ilmu yang kita dapat dengan berkumpul dg orang2 sholeh n berilmu.
Makasih ya Allah atas rahmat mu

»»  read more

Jumat, Juni 20, 2014

Kisah Cemburu di jaman Rasulullah

Pagi ini aku mencoba mencari banyak referensi bacaan tentang kisah cemburu di jaman Rasulullah, Apakah rasa cemburu itu manusiawi atau harus kita hilangkan? Apakah ini Cuma dimliki oleh wanita aja atau laki-laki juga?
Nabi bersabda:  “Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai pria dan dayuts.” (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).

Ada 1 kata yang belum aku ketahui artinya, kemudian aku pun menyari apa arti Dayuts? Ternyata dayuts adalah suami/kepala keluarga yang tidak cemburu terhadap istrinya.
Suami dituntut untuk memiliki cemburu kepada istrinya agar terjaga rasa malu dan kemuliaannya. Cemburu ini merupakan fitrah manusia dan termasuk akhlaq mulia. Cemburu ini dapat menjaga dan melindungi harga diri dan keluarga dari tindakan melanggar syariat. Kerusakan akhlaq dan moral atas nama modernitas telah mengikis rasa cemburu ini. Suami tidak lagi sensitif dengan penampilan istri yang mencolok, busana yang tidak menutup aurat, istrinya digoda orang lain, istrinya berkhalwat dengan pria lain Akibatnya pintu perselingkuhan terbuka lebar hingga berujung pada kehancuran rumah tangga.
Sa’ad bin Ubadah ra berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang." Nabi saw bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa`ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa`ad dan Allah lebih cemburu daripadaku” (HR Bukhari Muslim).  
"Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburuNya Allah jika seorang Mu'min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya" (HR. Imam Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).

Disebutkan dalam sebuah riwayat, Anas radhiallahu ‘anhu berkata:
‘Suatu ketika Nabi di rumah salah seorang isteri beliau. Tiba-tiba isteri yang lain mengirim mangkuk berisi makanan. Melihat itu, isteri yang rumahnya kedatangan Rasul memukul tangan pelayan pembawa makanan tersebut, maka jatuhlah mangkuk tersebut dan pecah. Kemudian Rasul mengumpulkan kepingan-kepingan pecahan tersebut serta makanannya, sambil berkata: ‘Ibu kalian sedang cemburu,’ lalu Nabi menahan pelayan tersebut, kemudian beliau memberikan padanya mangkuk milik isteri yang sedang bersama beliau untuk diberikan kepada pemilik mangkuk yang pecah. Mangkuk yang pecah beliau simpan di rumah isteri yang sedang bersama beliau.’
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa isteri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam yang memecahkan mangkuk adalah ‘Aisyah Ummul Mukminin, sedangkan yang mengirim makanan adalah Zainab binti Jahsy.’ Dalam hadits yang lain diriwayatkan: ‘Dari Aisyah: ‘Aku tidak cemburu kepada seorang wanita terhadap Rasulullah sebesar cemburuku kepada Khadijah, sebab beliau selalu menyebut namanya dan memujinya. ’Dalam sebuah riwayat disebutkan, ‘Aisyah berkata: ‘Tatkala pada suatu malam yang Nabi berada di sampingku, beliau mengira aku sudah tidur, maka beliau keluar. Lalu aku (pun) pergi mengikutinya. (Aku menduga beliau pergi ke salah satu isterinya dan aku mengikutinya sehingga beliau sampai di baqi’). Beliau belok, aku pun belok. Beliau berjalan cepat, akhirnya aku mendahuluinya. Lalu beliau bersabda: ‘Kenapa kamu, hai Aisyah, dadamu berdetak kencang’’ Lalu aku mengabarkan kepada beliau kejadian yang sesungguhnya, beliau bersabda: ‘Apakah kamu mengira bahwa Allah dan Rasul-Nya akan menzhalimimu’’.
Dalam hadis yang dinukil oleh Muslim disebutkan, Rasulullah pernah bertanya kepada Aisyah apakah ia pernah mencemburui Rasulullah? Aisyah pun menjawab, bagaimana rasa cemburu itu tidak muncul, sementara Rasulullah adalah publik figur yang sangat diagung-agungkan. Dalam islam ternyata kecemburuan itu diatur sedemikian rupa sehingga menjadi ladang amal bagi orang menderita rasa cemburu didalam dadanya.
Memang cemburu  bagi salah satu pasangan suami istri atau bahkan keduanya sekaligus, sangat mengganggu dan mengundang rasa tidak nyaman. Terlebih lagi kecemburuan itu tidak dibarengi dengan akal sehat dan nurani yang jernih, alias cemburu buta.
Dari beberapa kisah bisa kita petik hikmahnya, bagimana suami cemburu pada istrinya dan bagaimana istri mencemburui suaminya.  
  • Seorang isteri hendaklah bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersikap pertengahan dalam hal cemburu terhadap suami. Sikap pertengahan dalam setiap perkara merupakan bagian dari kesempurnaan agama dan akal seseorang. Dikatakan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha: ‘Hai ‘Aisyah, bersikaplah lemah-lembut, sebab jika Allah menginginkan kebaikan pada sebuah keluarga, maka Dia menurunkan sifat kasih-Nya di tengah-tengah keluarga tersebut.’ Dan sepatutnya seorang isteri meringankan rasa cemburu kepada suami, sebab bila rasa cemburu tersebut melampaui batas, bisa berubah menjadi tuduhan tanpa dasar, serta dapat menyulut api di hatinya yang mungkin tidak akan pernah padam, bahkan akan menimbulkan perselisihan di antara suami dan melukai hati sang suami. Sedangkan isteri akan terus hanyut mengikuti hawa nafsunya.
  • Wanita pencemburu, lebih melihat permasalahan dengan perasaan hatinya daripada indera matanya. Ia lebih berbicara dengan nafsu emosinya dari pada pertimbangan akal sehatnya. Sehingga sesuatu masalah menjadi berbalik dari yang sebenarnya. Hendaklah hal ini disadari oleh kaum wanita, agar mereka tidak berlebihan mengikuti perasaan, namun juga mempergunakan akal sehat dalam melihat suatu permasalahan.
  • Dari kisah-kisah kecemburuan sebagian isteri Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, bisa diambil pelajaran berharga, bahwa sepatutnya seorang wanita yang sedang dilanda cemburu agar menahan dirinya, sehingga perasaan cemburu tersebut tidak mendorongnya melakukan pelanggaran syari’at, berbuat zhalim, ataupun mengambil sesuatu yang bukan haknya. Maka janganlah mengikuti perasaan secara membabi buta.
  • Seorang isteri yang bijaksana, ia tidak akan menyulut api cemburu suaminya. Misalnya, dengan memuji laki-laki lain di hadapannya atau menampakkan kekaguman terhadap laki-laki lain di hadapannya atau menampakkan kekagumman terhadap laki-laki lain, baik pakaiannya, gaya bicaranya, kekuatan fisiknya dan kecerdasannya. Bahkan sangat menyakitkan hati suami, jika seorang isteri membicarakan tentang suami pertamanya atau sebelumnya. Rata-rata laki-laki tidak menyukai itu semua. Karena tanpa disadarinya, pujian tersebut bermuatan merendahkan ‘kejantanan’nya, serta mengurangi nilai kelaki-lakiannya, meski tujuan penyebutan itu semua adalah baik. Bahkan, walaupun suami bersumpah tidak terpengaruh oleh ungkapannya tersebut, tetapi seorang isteri jangan melakukannya. Sebab, seorang suami berat melupakan itu semua.

Suatu kebodohan apabila seorang isteri tidak memiliki rasa cemburu pada suaminya, padahal cemburu ini merupakan ungkapan cintanya kepada suaminya, sekaligus sebagai bumbu penyedap yang bisa menimbulkan keharmonisan, kemesraan dan kepuasan batin dalam kehidupan rumah tangga.

Akan tetapi, apakah pantas seorang isteri yang berakal sehat, jika ia tenggelam dalam rasa cemburunya, sehingga menenggelamkan bahtera kehidupan rumah tangganya, mencabik-cabik jalinan cinta dan kasih sayang dalam keluarganya, bahkan ia sampai terjangkiti penyakit psikis yang kronis, perang batin yang tidak berkesudahan, dan akhirnya merusak akal sehatnya’
Memang sangat tipis, perbedaan antara yang benar dengan yang salah, antara yang sakit dengan yang sehat, antara cemburu yang penuh dengan kemesraan dengan cemburu yang membakar dan menyakitkan hati dikarenakan penyakit kejiwaan yang berat. Namun, tetap ada perbedaan antara cemburu dalam rangka membela kehormatan diri dan kelembutan karena didasari rasa cinta kepada suami, dengan cemburu yang merusak dan membinasakan.

»»  read more

Jumat, April 25, 2014

Proposal Tesis ku di Semester Akhir


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, kuliahku sudah selesai. Kini aku memasuki semester ke empat alias semester terakhir di kuliah s2 ini. Di bulan Februari aku mulai ngajuin proposal tesis ku biar aku segera dapat pembimbing. Ternyata menunggu lumayan juga tuk mengetahui dosen pembimbingku. Bulan Maret baru keluar jadwal ku. Tapi sayang di bulan ini aku harus berangkat pelatihan guru-guru di depok. Jadi waktu 10 hari aku habiskan disana di bulan maret 2014 ini. Setelah pulang aku nyoba hubungin dosen pembimbing 1 ku, nentuin hari lumayan lama, dosenku banyak agenda. Jadi 1 minggu lebih baru bisa ketemu, setelah ketemu banyak sekali yang ku sharing kan ke dosen, kemudian aku pun mendengarkan apa yang menjadi masukan oleh dosenku.
Salah satu masukan yang mengena adalah aku harus nyari data awal di tempat penelitianku. Jadi pusing lagi nih. Belum sempat nyari. Bulan maret keburu habis. Terus memasuki bulan april ini, aku juga harus mengikuti pelatihan guru baru yang kedua di depok. Jadi 10 hari di awal april 2014 waktu aku habiskan di depok. Alhamdullah di sana aku sempat mampir di kampus UI (Universitas Indonesia). Setelah pulang dari sana, aku pun menyusun waktu tuk berkunjung ke tempat penelitian.
Hari pertama, hasilnya aku Cuma nyerahin surat yang aku bawa dari ijin untuk melakukan penelitian disitu. Surat diterima walaupun agak alot prosesnya, kemudian aku disuruh datang keesokan harinya lagi. Hari kedua, aku pun datang lagi. Hasilnya masih tetap nol, aku belum dapat data yang pengen aku cari. Diceramahain banyak kali lebar oleh si bapak d tempat penelitian. Aku disuruh meninggalkan kertas di hari senin. Aku disuruh datang lagi keesok- esok harinya lagi. Padahal ini hari kamis, jadi nunggu lama deh hari seninnya……..
Belum kelewat hari senin jadi belum bisa bercerita disini. Doain temen-temen moga lancar. Aku segera dapat data yang aku inginkan, pelayanan di sana semoga sangat memuaskan.
Buat suamiku good luck, aku selalu mendukungmu, selalu semangat……….. 
Semoga kita bisa melewati masa kritis di semester ini, kita bisa segera lulus tesis kita masing-masing. Aku akan tetap berusaha tuk menyelesaikan tesisi ini.
Aku sangat merindukanmu, suamiku.............
»»  read more

Sabtu, Oktober 26, 2013

Teguran “dilarang meniup makanan dan minuman”


Bermula saat diajak suami untuk berbuka bersama dengan teman-teman. Kebetulan ada teman suami yang ngajak anaknya. Heran nih anak langsung ngantil ma aku. Tak sengaja sang anak meminta bantuan.
“amah bantuin aku untuk makan gorengan ini ko’ panas”
Dengan panggilan “amah”, sang anak memanggil ku.
Spontan aku mengambil gorengan yang panas tersebut dan aku meniupnya agar segera dingin dan bisa segera di makan. Tiba2 dari samping ku ada yang menegur ku untuk tidak meniup makanan. Sang ibu tersebut langsung meminta makanan yang aku pegang, dan menaruh dipiring dan mendinginkan nya dengan cara dibuka2 gorengan tersebut agar terbagi2 menjadi banyak biar cepat dingin.
Sang ibu melanjutkan percakapannya dan mengatakan:
“meniup makanan itu termasuk yang dilarang Rasulullah dan menurut kesehatan juga tidak bagus”.
Dia tak menjelaskan secara detail, sehingga aku terus bertanya2 dalam pikiran, kenapa? Padahal sering aku jumpai banyak orang meniup makanan atau minuman kalau dalam keadaan panas.
Sekilas aku bertanya pada suami, “ kenapa kita tak boleh menuip makanan atau minuman?”
Sang suami menjawab singkat: “itulah salah satu adab kita makan dan minum, begitu detail Rasulullah mencontohkan pada umatnya, makanya kita harus selalu belajar akan adab, selain itu apa yang diajarkan Rasulullah selalu ada manfaatnya”
 Kemudian saya coba browse dalam internet, untuk memahami secara detail:
Jika kita meniup makanan yang masih panas, maka kita akan mengeluarkan gas CO2 dari dalam mulut. menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.
H2O + CO2 => H2CO3
Bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3- sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut: CO2 + H20 HCO3- + H+
Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Sedangkan  Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.
Dimana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.
Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida. Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.
Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian.
Nah itulah alasan mengapa kita tidak diperbolehkan meniup makanan dalam kondisi masih panas, yang ternyata sangat membahayakan jiwa kita. Hal tersebut dalam Islam sendiri jelas sangat dilarang selain kurang etis (kelihatan serakah) juga tidak menunjukan kesabaran kita dalam menghapapi sebuah hidangan.
Nah, terkait makan dan minum juga ada aturannya. Aturannya itu pun untuk kebaikan kita juga. Salah satunya, larangan meniup makanan dan minuman.
1. Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menghembuskan nafas di dalam bejana (ketika minum).” (HR. Muslim no. 227)
2. Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Israil dari Abdul Karim dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang meniup ke dalam makanan dan minuman.” (HR. Ahmad no.2678)
3. Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)
Dan ingatlah juga bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang. Nah, sekarang sudah tau kan hikmah dari hadist tersebut. Ternyata, jauh sebelum para ilmuwan menemukan teori ini, Rasulullah telah melarangnya terlebih dahulu. Meskipun tidak ada penjelasan layaknya ilmuwan jaman sekarang, tetapi apa yang beliau katakan sungguh luar biasa. Subhanallah..
Meski terkadang berat “sabar” merupakan kunci dari sebuah keberhasilan, hal ini jika kita bisa aplikasikan maka kita akan terhindar dari sifat-sifat negatif sehingga imun meningkat dan membuat kita kebal terhadap serangan penyakit. Alhamdulillahh ada yang masih menegurku. Terima kasih………………

»»  read more