Jumat, Juni 20, 2014

Kisah Cemburu di jaman Rasulullah

Pagi ini aku mencoba mencari banyak referensi bacaan tentang kisah cemburu di jaman Rasulullah, Apakah rasa cemburu itu manusiawi atau harus kita hilangkan? Apakah ini Cuma dimliki oleh wanita aja atau laki-laki juga?
Nabi bersabda:  “Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai pria dan dayuts.” (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).

Ada 1 kata yang belum aku ketahui artinya, kemudian aku pun menyari apa arti Dayuts? Ternyata dayuts adalah suami/kepala keluarga yang tidak cemburu terhadap istrinya.
Suami dituntut untuk memiliki cemburu kepada istrinya agar terjaga rasa malu dan kemuliaannya. Cemburu ini merupakan fitrah manusia dan termasuk akhlaq mulia. Cemburu ini dapat menjaga dan melindungi harga diri dan keluarga dari tindakan melanggar syariat. Kerusakan akhlaq dan moral atas nama modernitas telah mengikis rasa cemburu ini. Suami tidak lagi sensitif dengan penampilan istri yang mencolok, busana yang tidak menutup aurat, istrinya digoda orang lain, istrinya berkhalwat dengan pria lain Akibatnya pintu perselingkuhan terbuka lebar hingga berujung pada kehancuran rumah tangga.
Sa’ad bin Ubadah ra berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang." Nabi saw bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa`ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa`ad dan Allah lebih cemburu daripadaku” (HR Bukhari Muslim).  
"Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburuNya Allah jika seorang Mu'min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya" (HR. Imam Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).

Disebutkan dalam sebuah riwayat, Anas radhiallahu ‘anhu berkata:
‘Suatu ketika Nabi di rumah salah seorang isteri beliau. Tiba-tiba isteri yang lain mengirim mangkuk berisi makanan. Melihat itu, isteri yang rumahnya kedatangan Rasul memukul tangan pelayan pembawa makanan tersebut, maka jatuhlah mangkuk tersebut dan pecah. Kemudian Rasul mengumpulkan kepingan-kepingan pecahan tersebut serta makanannya, sambil berkata: ‘Ibu kalian sedang cemburu,’ lalu Nabi menahan pelayan tersebut, kemudian beliau memberikan padanya mangkuk milik isteri yang sedang bersama beliau untuk diberikan kepada pemilik mangkuk yang pecah. Mangkuk yang pecah beliau simpan di rumah isteri yang sedang bersama beliau.’
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa isteri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam yang memecahkan mangkuk adalah ‘Aisyah Ummul Mukminin, sedangkan yang mengirim makanan adalah Zainab binti Jahsy.’ Dalam hadits yang lain diriwayatkan: ‘Dari Aisyah: ‘Aku tidak cemburu kepada seorang wanita terhadap Rasulullah sebesar cemburuku kepada Khadijah, sebab beliau selalu menyebut namanya dan memujinya. ’Dalam sebuah riwayat disebutkan, ‘Aisyah berkata: ‘Tatkala pada suatu malam yang Nabi berada di sampingku, beliau mengira aku sudah tidur, maka beliau keluar. Lalu aku (pun) pergi mengikutinya. (Aku menduga beliau pergi ke salah satu isterinya dan aku mengikutinya sehingga beliau sampai di baqi’). Beliau belok, aku pun belok. Beliau berjalan cepat, akhirnya aku mendahuluinya. Lalu beliau bersabda: ‘Kenapa kamu, hai Aisyah, dadamu berdetak kencang’’ Lalu aku mengabarkan kepada beliau kejadian yang sesungguhnya, beliau bersabda: ‘Apakah kamu mengira bahwa Allah dan Rasul-Nya akan menzhalimimu’’.
Dalam hadis yang dinukil oleh Muslim disebutkan, Rasulullah pernah bertanya kepada Aisyah apakah ia pernah mencemburui Rasulullah? Aisyah pun menjawab, bagaimana rasa cemburu itu tidak muncul, sementara Rasulullah adalah publik figur yang sangat diagung-agungkan. Dalam islam ternyata kecemburuan itu diatur sedemikian rupa sehingga menjadi ladang amal bagi orang menderita rasa cemburu didalam dadanya.
Memang cemburu  bagi salah satu pasangan suami istri atau bahkan keduanya sekaligus, sangat mengganggu dan mengundang rasa tidak nyaman. Terlebih lagi kecemburuan itu tidak dibarengi dengan akal sehat dan nurani yang jernih, alias cemburu buta.
Dari beberapa kisah bisa kita petik hikmahnya, bagimana suami cemburu pada istrinya dan bagaimana istri mencemburui suaminya.  
  • Seorang isteri hendaklah bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersikap pertengahan dalam hal cemburu terhadap suami. Sikap pertengahan dalam setiap perkara merupakan bagian dari kesempurnaan agama dan akal seseorang. Dikatakan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha: ‘Hai ‘Aisyah, bersikaplah lemah-lembut, sebab jika Allah menginginkan kebaikan pada sebuah keluarga, maka Dia menurunkan sifat kasih-Nya di tengah-tengah keluarga tersebut.’ Dan sepatutnya seorang isteri meringankan rasa cemburu kepada suami, sebab bila rasa cemburu tersebut melampaui batas, bisa berubah menjadi tuduhan tanpa dasar, serta dapat menyulut api di hatinya yang mungkin tidak akan pernah padam, bahkan akan menimbulkan perselisihan di antara suami dan melukai hati sang suami. Sedangkan isteri akan terus hanyut mengikuti hawa nafsunya.
  • Wanita pencemburu, lebih melihat permasalahan dengan perasaan hatinya daripada indera matanya. Ia lebih berbicara dengan nafsu emosinya dari pada pertimbangan akal sehatnya. Sehingga sesuatu masalah menjadi berbalik dari yang sebenarnya. Hendaklah hal ini disadari oleh kaum wanita, agar mereka tidak berlebihan mengikuti perasaan, namun juga mempergunakan akal sehat dalam melihat suatu permasalahan.
  • Dari kisah-kisah kecemburuan sebagian isteri Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, bisa diambil pelajaran berharga, bahwa sepatutnya seorang wanita yang sedang dilanda cemburu agar menahan dirinya, sehingga perasaan cemburu tersebut tidak mendorongnya melakukan pelanggaran syari’at, berbuat zhalim, ataupun mengambil sesuatu yang bukan haknya. Maka janganlah mengikuti perasaan secara membabi buta.
  • Seorang isteri yang bijaksana, ia tidak akan menyulut api cemburu suaminya. Misalnya, dengan memuji laki-laki lain di hadapannya atau menampakkan kekaguman terhadap laki-laki lain di hadapannya atau menampakkan kekagumman terhadap laki-laki lain, baik pakaiannya, gaya bicaranya, kekuatan fisiknya dan kecerdasannya. Bahkan sangat menyakitkan hati suami, jika seorang isteri membicarakan tentang suami pertamanya atau sebelumnya. Rata-rata laki-laki tidak menyukai itu semua. Karena tanpa disadarinya, pujian tersebut bermuatan merendahkan ‘kejantanan’nya, serta mengurangi nilai kelaki-lakiannya, meski tujuan penyebutan itu semua adalah baik. Bahkan, walaupun suami bersumpah tidak terpengaruh oleh ungkapannya tersebut, tetapi seorang isteri jangan melakukannya. Sebab, seorang suami berat melupakan itu semua.

Suatu kebodohan apabila seorang isteri tidak memiliki rasa cemburu pada suaminya, padahal cemburu ini merupakan ungkapan cintanya kepada suaminya, sekaligus sebagai bumbu penyedap yang bisa menimbulkan keharmonisan, kemesraan dan kepuasan batin dalam kehidupan rumah tangga.

Akan tetapi, apakah pantas seorang isteri yang berakal sehat, jika ia tenggelam dalam rasa cemburunya, sehingga menenggelamkan bahtera kehidupan rumah tangganya, mencabik-cabik jalinan cinta dan kasih sayang dalam keluarganya, bahkan ia sampai terjangkiti penyakit psikis yang kronis, perang batin yang tidak berkesudahan, dan akhirnya merusak akal sehatnya’
Memang sangat tipis, perbedaan antara yang benar dengan yang salah, antara yang sakit dengan yang sehat, antara cemburu yang penuh dengan kemesraan dengan cemburu yang membakar dan menyakitkan hati dikarenakan penyakit kejiwaan yang berat. Namun, tetap ada perbedaan antara cemburu dalam rangka membela kehormatan diri dan kelembutan karena didasari rasa cinta kepada suami, dengan cemburu yang merusak dan membinasakan.

»»  read more

Kamis, Juni 19, 2014

Bismillah Awal Memulai Segalanya

Mimpi adalah kunci untuk menaklukan dunia, lirik sedikit dari lagu yang berjudul “laskar pelangi” inilah yang selalu membuat aku semangat. Rintangan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan tugas sehingga membuat aku selalu berfikir keras “bagaimana cara kita memanage waktu?”. Prinsip aku: “aku tidak mau hidup ini cuma untuk duniawi aja, hingga kita akan menyesal di kemudian hari, aku mau hidup ini untuk akhirat juga”. Pernah saat masih di jalan, aku melihat dan sempat membaca spanduk yang berisikan”segera booking rumah untuk di surga”. Aku pun langsung bertanya pada suami apa kita bisa booking rumah untuk surga, suami menjelaskan : kalau kita membangun masjid di dunia, Insyaallah di akhirat kelak sudah dibuatkan rumah oleh Allah buat kita. Terus aku pun bergumam dalam hati, kapan kita bisa bangun masjid?.
            Teringat akan Kuttab Al-Fatih, tempat saya bekerja. Syarat untuk membangun kuttab harus ada masjid dulu. Begitu mulia masjid rumah Allah. Sampai Allah mengabadikan firman-Nya bahwa Masjid adalah tempat yang dicintai Allah dan pasar adalah tempat yang dibenci Allah. Semoga masjid-masjid yang ada di Indonesia bisa mensejahterakan semua orang yang berada di sekitarnya, keurus dengan baik. Sehingga tidak ada masjid yang terlihat kumuh dan kotor. Masjid selalu ramai diisi oleh orang-orang sholeh yang selalu mendekat pada Allah. Selalu dilafalkan ayat-ayat Allah.
            Begitu padat hidup ini, Ya Allah Kabulkan do’aku semoga aku bisa menyelesaikan hafalan Qur’an ku di usiaku 27 tahun. Aku mau umur dan hartaku berkah, semua berjalan di jalan-Mu. Selalu dalam keridhoan-Mu. Aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan, aku tahu hanya Engkau yang paling bisa untuk membolak-balikkkan hati manusia dan Engkau yang paling tahu usia manusia di bumi. Kado yang ingin aku berikan buat suami dan ayah bundaku : Hafalan Qur’an ku. Sejak aku masuk Kuttab, hati ku selalu bergetar pengen air mata ini terjatuh melihat anak-naka kecil yang berusaha menghafalkan ayat-ayat Allah, mereka datang ke Kuttab selalu membawa bekal hafalannya untuk di setorkan ke ustadznya. Wajah anak-anak kecil itu tanpa dosa. Mereka selalu semangat, aku selalu ingin berusaha menghafal seperti mereka, mudahkan niatku ya Allah. Kenapa terkadang niat baik ini terasa berat, saat banyak target yang harus diselesaikan hari-hari ini, pecan-pekan ini, bulan-bulan ini, terutama untuk merampungkan tesis ku, sebelum membuat tesis aku harus banyak baca dulu selain itu aku harus belajar bahasa inggris untuk meraih skor toefl minimal 450. Selain itu aku juga harus belajar lagi sebelum mengajar di kuttab, aku harus banyak baca buku, kegamaanku tentang islam. Bagaimana Islam mengajarin kita? Keimanan kita kepada Allah landasan kita selalu yakin untuk menjalankan amanat di bumi ini.
        Bismillah………………
»»  read more

Minggu, Juni 08, 2014

Malam Mulai Larut, Selarut Hati Ku

Malam pun mulai larut, aku masih asyik di depan komputer untuk menyelesaikan laporan keuangan. jenuh pun mulai menyerang, aku mulai buka fb, sama instagram. Melihat foto-foto yang ada instragram membikin hati ini damai tanpa ada beban. Melihat eksen anak-anak, suami, ayah, ibu, bibi, bengkila. Alhamdulillah………
Aku pun mulai search google terus ketemulah puisi karya Asma Nadia yang merupakan salah satu penulis yang dari komunitas FLP, inilah komunitas yang sampai sekarang masih digeluti oleh suami di forum lingkar pena. Aku pun sering diajak suami ke komunitas tersebut. 
Cuplikan sedikit puisi karya Asma Nadia,

Karenamu Aku Cemburu:
Curahan Hati Seorang Istri
Ah, ternyata begitu banyak wajah cemburu...
Ada yang ringan meski mengusik dan tidak bisa dinafikkan...
Ada yang menyedihkan dan dalam...
Ada yang sulit dipercaya dan tidak terpikir di benak saya sebelumnya... ragam obyek cemburu

Beruntunglah jika rasa cemburu hanya melintas sesaat, sebelum dengan cepat diterbangkan angin...
Tapi, bagaimana jika perempuan harus menggenggam rasa cemburu itu selama bertahun-tahun? berpuluh tahun?
bahkan hingga senja usia?
Sanggupkah?

======================================
Maafkan
JIka senyumku tersembunyi
Di balik air mata
Dan kata-kata mesra
menjadi tanpa daya
Karena terperangkap
dalam prasangka

Tapi Tuhan tahu
Cinta yang kupunya
Lebih berwarna
Dari yang kau kira...
 

»»  read more

Kamis, Juni 05, 2014

Bingung Cari Informasi CPNS dan Seputar Info lowongan Kerja???


Ditengah-tengah mengerjakan tesis, ternyata kadang jenuh juga. iseng-iseng tangan ini browsing ke alamat yang lain. Ternyata masuk ke link http://bit.ly/lokerinfo
Saat membuka link tersebut jadi teringat dulu waktu lulus S1 banyak banget temen yang minta info kerja. Kini dengan ada link ini http://bit.ly/lokerinfo semoga temen-temen bisa terjawab selama ini mau mencari pekerjaan dimana baik swasta maupun negeri. Website yang memberikan info lowongan kerja dan info seputar CPNS.
Semoga kita semua dikasih umur yang barokah dari Allah, bsa memberikan manfaat pada orang lain dan diri kita tak terbakar seperti lilin, menerangi orang lain tapi kita sendiri yang terbakar.
GOOD NIGHT…………
»»  read more

Jumat, April 25, 2014

Proposal Tesis ku di Semester Akhir


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, kuliahku sudah selesai. Kini aku memasuki semester ke empat alias semester terakhir di kuliah s2 ini. Di bulan Februari aku mulai ngajuin proposal tesis ku biar aku segera dapat pembimbing. Ternyata menunggu lumayan juga tuk mengetahui dosen pembimbingku. Bulan Maret baru keluar jadwal ku. Tapi sayang di bulan ini aku harus berangkat pelatihan guru-guru di depok. Jadi waktu 10 hari aku habiskan disana di bulan maret 2014 ini. Setelah pulang aku nyoba hubungin dosen pembimbing 1 ku, nentuin hari lumayan lama, dosenku banyak agenda. Jadi 1 minggu lebih baru bisa ketemu, setelah ketemu banyak sekali yang ku sharing kan ke dosen, kemudian aku pun mendengarkan apa yang menjadi masukan oleh dosenku.
Salah satu masukan yang mengena adalah aku harus nyari data awal di tempat penelitianku. Jadi pusing lagi nih. Belum sempat nyari. Bulan maret keburu habis. Terus memasuki bulan april ini, aku juga harus mengikuti pelatihan guru baru yang kedua di depok. Jadi 10 hari di awal april 2014 waktu aku habiskan di depok. Alhamdullah di sana aku sempat mampir di kampus UI (Universitas Indonesia). Setelah pulang dari sana, aku pun menyusun waktu tuk berkunjung ke tempat penelitian.
Hari pertama, hasilnya aku Cuma nyerahin surat yang aku bawa dari ijin untuk melakukan penelitian disitu. Surat diterima walaupun agak alot prosesnya, kemudian aku disuruh datang keesokan harinya lagi. Hari kedua, aku pun datang lagi. Hasilnya masih tetap nol, aku belum dapat data yang pengen aku cari. Diceramahain banyak kali lebar oleh si bapak d tempat penelitian. Aku disuruh meninggalkan kertas di hari senin. Aku disuruh datang lagi keesok- esok harinya lagi. Padahal ini hari kamis, jadi nunggu lama deh hari seninnya……..
Belum kelewat hari senin jadi belum bisa bercerita disini. Doain temen-temen moga lancar. Aku segera dapat data yang aku inginkan, pelayanan di sana semoga sangat memuaskan.
Buat suamiku good luck, aku selalu mendukungmu, selalu semangat……….. 
Semoga kita bisa melewati masa kritis di semester ini, kita bisa segera lulus tesis kita masing-masing. Aku akan tetap berusaha tuk menyelesaikan tesisi ini.
Aku sangat merindukanmu, suamiku.............
»»  read more